INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan kritik tajam terhadap strategi promosi minuman beralkohol yang memanfaatkan ajang hafalan kitab suci. Lembaga tersebut menganggap kegiatan uji memori Surah Ad-Dhuha yang tengah tular di alam maya itu melanggar koridor ajaran Islam, norma kesantunan, hingga ketetapan hukum.
Penegasan mengenai pertanggungjawaban para pembuat serta penyebar konten pemasaran tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh.
“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Prof Niam dalam keterangan MUI, Senin (10/8) malam.
Pria yang menjabat sebagai Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut memaparkan bahwa posisi Alquran sebagai firman Allah amatlah suci sehingga patut dijaga kehormatannya. Selain itu, penderasan ayat suci dinilai sebagai wujud peribadatan bernilai mulia bagi tiap Muslim.
Berbanding terbalik dengan hal itu, lanjut Prof Niam, komoditas minuman keras tergolong ke dalam daftar hal yang diharamkan secara eksplisit di dalam Alquran.
Oleh sebab itu, ia memandang upaya memadukan hafalan maupun pelafalan ayat suci ke dalam trik penjualan minuman beralkohol sebagai tindakan yang menodai kehormatan serta keagungan agama.
“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran,” ucap Pengasuh Pesantren An-Nahdlah Depok ini.
Peristiwa ini bermula kala seorang penonton pagelaran musik mengunggah temuannya di media sosial terkait stan penjual minuman yang menggelar kompetisi hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah satu botol minuman keras.
Tayangan tersebut lantas menyedot perhatian netizen dan memicu gelombang kecaman luas. Pemanfaatan kalam ilahi sebagai alat penarik pembeli dinilai sangat tidak pantas.
Pemilik akun @jarrkojarr membagikan momen yang disaksikannya saat menghadiri gelaran The Sounds Project.
“Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad-Duha dapet satu botol”. Kalian becanda? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit,” katanya.







Komentar