INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kantor pusat MUI, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan terbaru terkait situasi di Iran, termasuk dampak konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhammad Cholil Nafis, menyampaikan harapan agar hubungan antara Indonesia dan Iran semakin erat serta saling memberikan dukungan. Ia juga menyinggung pentingnya akses pelayaran bagi Indonesia, khususnya terkait jalur strategis Selat Hormuz, demi menjaga stabilitas energi nasional.
Selain itu, MUI turut menanyakan kemungkinan agar kapal-kapal Indonesia tetap dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman, mengingat jalur tersebut memiliki peran vital dalam distribusi energi global.
Menanggapi hal tersebut, pihak Iran memberikan penjelasan bahwa kapal tanker asal Indonesia pada dasarnya tetap dapat melintas. Bahkan, sebelumnya telah ada kapal Indonesia yang berhasil melewati kawasan tersebut tanpa hambatan.
“Beliau (Duta Besar Iran) merespon, dua kapal tanker Indonesia sudah lewat, hanya tinggal pembicaraan saja untuk melewati Selat Hormuz dalam keadaan aman dalam situasi perang,” kata Kiai Cholil di Kantor MUI, Senin (6/4).
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa tidak ada kebijakan penghentian ataupun gangguan terhadap kapal Indonesia. Situasi yang terjadi di Selat Hormuz saat ini lebih berkaitan dengan upaya pengamanan di tengah kondisi konflik.
“tidak ada penghentian atau gangguan terhadap kapal tanker Indonesia, hanya saja untuk menjaga keamanan, tentu dengan komunikasi yang intens antara Indonesia dan Iran.” sambungnya.
Kiai Cholil juga menambahkan bahwa dalam kondisi normal, Iran tidak pernah membebankan biaya tambahan maupun menghalangi kapal yang melintas. Namun, dalam situasi perang seperti sekarang, diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara kedua negara agar pelayaran tetap aman dan lancar.







Komentar