Hancur Finansial, Pulih Perlahan: Perjalanan Tobat Eks Pemain Judi Online

INDONESIASKETSA.COM, Erwin Erlani, yang pernah terjerat lama dalam praktik judi online atau yang dikenal dengan judol, menghadirkan pengalaman hidupnya terkait perangkap dunia perjudian digital yang menghancurkan finansialnya selama bertahun-tahun. Dalam sesi diskusi yang digelar di Jakarta, ia membuka lembaran perjalanan hidupnya, termasuk perjuangan keras sampai ia akhirnya bisa bebas dari kebiasaan tersebut.

Erwin mengungkap bahwa dirinya baru benar-benar berhasil mengakhiri kebiasaan berjudi sekitar satu setengah tahun terakhir setelah terlibat selama delapan tahun lamanya.

Perjalanan itu bermula saat ia masih di bangku sekolah menengah atas pada 2017. Dari awalnya hanya mencoba-coba mengikuti ajakan teman yang meminjamkan uang untuk deposit pertama, ia justru terjerat lebih dalam saat mengetahui cara kerja judi online.

“Awal saya main judi online itu sebenarnya dari teman yang meminjam uang untuk deposit. Saya bertanya deposit itu seperti apa? Setelah dia menjelaskan, saya justru tertarik dan menawarkan diri untuk tanggung berdua, kalau kita menang, kemenangannya kita bagi dua,” cerita Erwin mengenai permulaan yang terlihat sepele namun berujung fatal.

Modal pertama sebesar Rp200.000 malah berubah menjadi kemenangan Rp5 juta. Namun, alih-alih menjadi berkah, kemenangan pertama itu justru memacu keinginannya untuk terus berjudi. Uang kemenangan kemudian ia gunakan kembali sebagai deposit tambahan, hingga pada akhirnya semua habis dan ia mengalami kerugian besar.

Untuk menutupi kebutuhan berjudi yang membesar, ia pun mengambil jalan pintas dengan berbohong kepada orang tua dan meminjam uang dari teman. Kadang, bahkan ia menggunakan gajinya saat bekerja di sektor pertambangan untuk bermain judi daring.

Dalam dua tahun terakhir keterlibatannya di dunia judi online, Erwin mencatat kerugian hingga Rp800 juta dan pernah terlilit utang lebih dari Rp80 juta. Ia sempat berkali-kali mencoba berhenti selama dua sampai tiga tahun berturut-turut, namun selalu gagal karena rasa kecanduan yang begitu kuat.

Keputusan untuk berhenti sepenuhnya datang ketika tekanan mencari pinjaman menjadi buntu dan ia akhirnya memilih untuk melepaskan semua kerugian tersebut. Setelah berhenti, Erwin membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikan tanggung jawab utang-utang yang menjeratnya.

Erwin pun berbagi nasihat bagi orang-orang yang ingin keluar dari jeratan judi daring.

“Jadi, solusi buat teman-teman juga yang sebenarnya mau bertanya di luar sana, ya, bagaimana cara berhenti (bermain judi daring)? Ya, ikhlas sebenarnya,” ucapnya saat memberi inspirasi di tengah diskusi.

Komentar