Kapal Tanker RI Masih Tertahan di Selat Hormuz, Ini Kata Bahlil

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Dua kapal tanker milik Indonesia hingga kini masih belum memperoleh izin untuk melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut berada di bawah pengelolaan anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS), dengan nama Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Hambatan ini terjadi karena jalur tersebut masih ditutup oleh Iran, sehingga kapal-kapal tersebut belum dapat melanjutkan perjalanan. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa upaya diplomasi terus dilakukan secara intensif dengan pihak terkait di Iran.

“Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4).

Sebelumnya, Bahlil juga sempat menyampaikan adanya peluang positif seiring dengan kesepakatan penghentian sementara ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu. Ia berharap kondisi tersebut dapat membuka jalan bagi kapal Indonesia untuk segera melintas.

“Dengan redanya jeda dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4)

Di sisi lain, perwakilan PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri yang aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Proses tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

“Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ia menegaskan bahwa keselamatan kru kapal, keamanan armada, serta muatan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam situasi ini. Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan dari masyarakat agar proses yang sedang berjalan dapat segera menemukan titik terang.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Komentar