INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) periode 2023-2025 mendukung Panglima TNI, Jendral Agus Subianto untuk secara konkrit menyelesaikan permasalah OPM.
Pernyataan itu menyusul pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada tanggal 10 April 2024 yang sampai saat ini mengancam kedaulatan negara.
Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia PB HMI MPO, Harso Ohoiwer menilai bahwa sudah 5 kali pergantian panglima TNI tetapi masih belum dapat secar kongkret dapat menyelesaikan permasalahan ditanah Papua. Sejak 2010 sampai 2022 Gugus Tugas Papua Universitas Gajah Mada mengungkap terdapat 464 korban jiwa dimana sebagian besar korban berstatus masyarakat sipil dan puncaknya pada tahun 2023 terdapat 146 korban dan sekitar enam puluhan orang yang mengorbankan jiwanya di tanah papua.
“Ini menandakan bahwa upaya pemberantasan OPM masih jauh dari kata maksimal dan sampai detik ini sudah setahun lebih pilot susy air (phil mark mehrtens) menjadi sandra pihak OPM dan belum juga bisa dibebaskan. Ini juga menunjukan bahwa upaya memberantas organisasi papua merdeka (opm) selama ini seakan tidak serius dalam penyelesainnya.”tegas Harso
Bila melihat pada Undang-undang pasal 108 KUHP tentang pemberontakan (aanslag/violent attack) pikir Harso maka seharusnya OPM sudah masuk pada kategori tersebut.
“Kami sebagai anak bangsa yang cinta dengan negara indonesia yang menginginkan kedaulatan secara utuh tanpa adanya gerakan – gerakan yang merusak kedaulatan negara.” Pikirnya
Lebih lanjut pihaknya sangat mendukung Panglima TNI dengan adanya tindakan tegas atas apa yang telah dilakukan oleh OPM di papua dan segera menyelesaikan masalah tersebut sampai ke akar – akarnya ini semua bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari para pemberontak yang ada di tanah Papua.
“dan demi menyelamatkan anak-anak bangsa yang ada di papua sehingga tidak kembali menjadi korban pada pemberontakan tersebut. Dengan adanya penyelesaian tersebut maka kami mengira bahwa proses pembangunan di papua juga akan lebih berkembang dibanding saat ini.” Pungkasnya







Komentar