INDONESIASKETSA.COM, Bandung – Yayasan sekolah tempat Sabil mengajar memberikan sanksi tegas kepada guru berusia 34 tahun itu. Penyebabnya ialah Sabil dianggap menggunakan kata-kata kasar dalam mengomentari unggahan Ridwan Kamil. Sabil merupakan guru SMK di Cirebon.
“Saya mendapatkan kabar saya terancam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saya di-delete permanen, sehingga saya tidak lagi bisa mengajar di sekolah mana pun,” ucap Sabil, Rabu (15/3).
Sabil menuturkan unggahannya hanyalah kritik atau pertanyaan biasa dari warga kepada kepala daerahnya.
“Biasa kritik, memang menggunakan kata ‘maneh’, warga Jabar juga,” tambahnya.
Namun, Sabil menyayangkan sikap Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat dan Kantor Cabang Dinas (KCD) X yang juga ikut menghapus namanya di Dapodik.
“Data Dapodik saya pun dihapus dari sekolah karena perintah dari KCD X atas perintah Disdik Jabar, yang itu berefek saya di-blacklist (daftar hitam) di dunia pendidikan,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Sabil bersedia meminta maaf kepada Ridwan Kamil apabila perbuatannya mengancam mata pencahariannya.
“Ya cuma satu, semoga Dapodiknya enggak dihapus. Mayan euy, buat tunjangan sertifikasi guru. Minta maaf, sih, pasti,” imbuhnya.
Persoalan yang menyeret Sabil bermula ketika Kang Emil -panggilan beken Ridwan Kamil- mengunggah aktivitasnya saat melakukan percakapan daring dengan beberapa siswa SMP di Tasikmalaya.
Dalam unggahan itu, Emil menggunakan jaket kuning yang identik dengan warna Partai Golkar. Baru-baru ini Emil telah menjadi kader partai berlambang beringin hitam itu.
Sabil melalui akunnya di Instagram lantas berkomentar dengan kata-kata yang dianggap kasar.
“Dalam zoom ini, Maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil ???” tulisa Sabil. Artinya ialah dalam zoom ini, kamu ini sedang jadi gubernur jabar atau kader partai atau pribadi.
Ridwan Kamil ternyata menyematkan pin pada komentar Sabil dan membalasnya. “Menurut Maneh Kumaha? (menurut kamu gimana?)”.







Komentar