INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Sejak tahun 2021 sebanyak 544.292 guru honorer telah menjadi pegawai aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK). Hal ini dianggap sebagai terobosan dalam menyelesaikan persoalan guru honorer, demikian disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim
Dalam pengumuman penerimaan PPPK 2022 terdapat 250.432 guru honorer yang lulus seleksi pascamasa sanggah. Oleh karena itu, diharapkan dapat makin mendorong semangat bagi para guru untuk mengabdi dan memberikan layanan terbaik bagi pendidikan.
Sejak 2019, Kemendikbudristek terus berupaya menuntaskan permasalahan guru honorer yang telah menahun dan sudah menciptakan beberapa perubahan positif, seperti memberikan solusi kebutuhan guru di daerah.
Kemudian juga adanya perubahan status guru dari honorer ke ASN PPPK sehingga membawa jaminan kesejahteraan ekonomi bagi guru yang meliputi gaji dan tunjangan profesi.
Sementara, 2021 menjadi awal rekor upaya perubahan nasib guru, yakni pemerintah daerah berhasil mengajukan formasi guru ASN PPPK sebanyak lebih dari 513.000.
“Pada masa pandemi yang banyak keterbatasan sekali pun, begitu banyak terobosan yang kami lakukan bersama berbagai pihak untuk menuntaskan permasalahan guru honorer,” ungkap Nadiem, Minggu (16/4).
Beberapa terobosan itu, antara lain, penyediaan ratusan ribu formasi guru ASN PPPK yang berarti penyediaan gaji oleh pemerintah pusat agar pemda dapat fokus pada pemenuhan kebutuhan guru.
Berikutnya, kesempatan tiga kali seleksi tidak berbayar bagi para guru honorer. Lalu, materi pembelajaran gratis agar guru honorer mempersiapkan diri mengikuti tes.
Kemudian, sejumlah kebijakan afirmatif yang memudahkan guru honorer mendapatkan skor cukup agar lulus menjadi ASN PPPK.







Komentar