INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Pemerintah Iran menegaskan bahwa pasokan pangan dan kebutuhan pokok di dalam negeri tetap aman meskipun menghadapi blokade maritim dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Iran, Gholam-Reza Nouri, pada 21 April.
Menurut Nouri, dampak dari blokade tersebut relatif kecil terhadap kemampuan Iran dalam menjaga distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut bahwa sebagian besar kebutuhan dalam negeri telah dipenuhi melalui produksi lokal.
Nouri menjelaskan kepada Kantor Berita Republik Islam bahwa Iran mampu memproduksi sekitar 85% produk pertanian dan komoditas pokok secara mandiri. Sementara kekurangan yang ada dipenuhi melalui jalur impor dari perbatasan lain.
Sementara itu, laporan dari Financial Times mengungkapkan bahwa Iran telah lama menjalankan kebijakan yang dikenal sebagai “ekonomi perlawanan”. Kebijakan ini berfokus pada penguatan kemandirian nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, termasuk di sektor industri dan pertahanan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi Iran di tengah tekanan sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Bahkan, seorang mantan pejabat ekonomi Iran menyatakan bahwa perekonomian negara itu diperkirakan tetap mampu bertahan meskipun konflik berlangsung hingga satu tahun.
Selain sektor pangan, Iran juga disebut memiliki kemampuan swasembada di bidang farmasi, suku cadang otomotif, serta peralatan rumah tangga. Pengalaman dari Perang Iran-Irak turut mendorong Iran membangun ratusan pembangkit listrik yang tersebar di berbagai wilayah guna meningkatkan ketahanan energi nasional.
Dalam menghadapi sanksi, Iran juga memanfaatkan mekanisme perdagangan minyak-untuk-barang sebagai alternatif untuk menjaga stabilitas ekonomi. Bahkan sebelum eskalasi konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, Presiden Iran Pezechzian telah memberikan kewenangan lebih kepada pemerintah provinsi untuk mempercepat proses impor.
Meski ribuan serangan udara dilaporkan telah dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari, yang menyasar infrastruktur militer dan fasilitas sipil, Iran disebut masih mampu menjaga ketersediaan bahan pangan dan pasokan bahan bakar secara stabil.







Komentar