Saudi dan Kuwait Dilaporkan Serang Target Milisi Pro-Iran di Irak

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan melakukan serangan udara rahasia ke wilayah Irak. Operasi tersebut disebut menargetkan kelompok paramiliter pro-Iran yang dituding menjadi sumber ancaman bagi keamanan negara-negara Teluk.

Mengutip laporan Reuters pada Jumat (15/5/2026), operasi militer itu terjadi pada Rabu lalu. Langkah tersebut disebut sebagai tindakan independen yang dilakukan kedua negara di tengah menurunnya kepercayaan mereka terhadap perlindungan keamanan Amerika Serikat (AS) di kawasan.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa ratusan drone yang menyerang infrastruktur penting di wilayah Teluk diduga berasal dari Irak, terutama dari kelompok Kataib.

Laporan itu juga menyebutkan jet tempur Arab Saudi sempat menyerang target milisi pro-Iran di Irak menjelang tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran pada awal April. Selain itu, pihak Irak mengklaim sedikitnya dua serangan rudal diluncurkan dari wilayah Kuwait untuk menghancurkan posisi strategis milik Kataib.

Ketegangan kawasan sebenarnya sudah meningkat sejak Maret, ketika Arab Saudi dan Kuwait memberikan peringatan keras kepada pemerintah Baghdad. Kuwait tercatat telah beberapa kali memanggil perwakilan diplomatik Irak, sementara Arab Saudi juga melakukan langkah serupa terhadap duta besar Irak pada bulan lalu.

Sejumlah pengamat menilai langkah militer Saudi dan Kuwait dipicu oleh kekecewaan terhadap kebijakan AS yang dianggap menjalankan eskalasi konflik tanpa koordinasi strategis yang cukup dengan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.

“Pertanyaan yang paling mendasar adalah mengenai konsultasi. Apakah negara-negara Teluk benar-benar mendapatkan jenis kemitraan dan dukungan keamanan yang mereka rasa perlu jika Amerika Serikat akan terlibat secara militer di kawasan ini,” kata Almezaini kepada The Guardian.

Meningkatnya eskalasi konflik membuat sejumlah analis mulai mempertanyakan masa depan ketergantungan negara-negara Teluk terhadap perlindungan militer AS. Kehadiran pangkalan militer Amerika di kawasan kini dinilai bisa menjadi perlindungan sekaligus ancaman terhadap stabilitas nasional negara-negara Teluk.

Komentar