Mengusung Dakwah Humanis, Muhammadiyah Bidik Wilayah 3T hingga Internasional

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Muhammadiyah tengah merancang penguatan peran dai dengan pendekatan yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya untuk penugasan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta untuk misi dakwah lintas negara. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar organisasi dalam merespons tantangan dakwah yang semakin kompleks di berbagai konteks sosial.Dalam pelaksanaannya, para dai tidak hanya diposisikan sebagai penyampai ajaran agama semata, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu beradaptasi dengan kondisi masyarakat setempat.

Pendekatan yang diusung menekankan sikap empati, dialog, serta penghargaan terhadap keragaman budaya dan latar belakang komunitas yang dihadapi.Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa karakter dai yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan dakwah yang ramah dan tidak konfrontatif, terutama di daerah yang memiliki keragaman keyakinan maupun keterbatasan akses informasi.Selain itu, Muhammadiyah juga memandang bahwa dakwah internasional memerlukan kesiapan yang berbeda dibandingkan dakwah di dalam negeri. Para dai dituntut untuk memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pemahaman terhadap isu-isu kemanusiaan yang bersifat universal.

Program pembinaan yang disiapkan tidak hanya mencakup penguatan materi keislaman, tetapi juga pelatihan soft skills seperti komunikasi, diplomasi, dan kemampuan membangun jejaring. Hal ini diharapkan dapat menunjang efektivitas dakwah di tengah masyarakat global yang semakin terbuka dan plural.

Lebih jauh, Muhammadiyah menilai bahwa tantangan dakwah ke depan tidak cukup dijawab dengan pendekatan konvensional. Oleh karena itu, transformasi metode dakwah menjadi keharusan agar pesan Islam dapat diterima secara lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan langkah ini, Muhammadiyah berharap para dai yang diterjunkan, baik di wilayah 3T maupun di kancah internasional, mampu menjadi representasi Islam yang membawa nilai rahmat, menciptakan perubahan positif, serta memperkuat peran dakwah sebagai solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan.

Komentar