INDONESIASKETSA.COM, Pemerintah Republik Islam Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai aktor eksternal yang terlibat secara langsung dalam memicu dan memperluas gelombang demonstrasi yang kini melanda hampir seluruh negeri. Tuduhan ini disampaikan melalui pernyataan resmi pejabat tingkat tinggi dan media negara yang menjadi saluran komunikasi pemerintahan Tehran.
Pernyataan Diplomatik Resmi ke PBB
Dalam surat resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa pemerintah AS “bertanggung jawab atas transformasi protes damai menjadi kerusuhan dan tindakan subversif berskala luas” di Iran. Ia juga menyebut koordinasi antara Washington dan “rezim Zionis Israel” dalam melakukan intervensi terhadap urusan internal Iran melalui “ancaman, provokasi, serta dorongan untuk kekerasan dan ketidakstabilan”.
Klaim itu mencerminkan narasi resmi Tehran bahwa konflik domestik telah diarahkan oleh kekuatan asing yang ingin melemahkan stabilitas dan kedaulatan Iran, pernyataan yang pemerintah Iran anggap sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB dan norma non-intervensi.
Pernyataan Pejabat-Pejabat Tinggi Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya di Beirut, menyatakan bahwa AS dan Israel secara terbuka mencoba mengarahkan aksi protes ekonomi menjadi “kerusuhan yang terpecah belah dan penuh kekerasan”, meskipun ia menganggap kemungkinan intervensi militer langsung sangat kecil karena “pengalaman kegagalan” sebelumnya.
Narasi serupa dipertegas oleh pejabat keamanan senior Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, menuduh kedua negara tersebut mengeksploitasi protes yang awalnya damai untuk “destabilisasi negara” dan berusaha mengubahnya menjadi kerusuhan terorganisir. Pernyataan Larijani juga disiarkan melalui televisi negara dan media pemerintah Iran, yang menjadikannya bagian dari komunikasi resmi pemerintah.
Media Negara dan Televisi Pemerintah Iran
Media pemerintah Iran secara tegas menyatakan kepada publik bahwa “agen-agen teroris dari Amerika Serikat dan Israel” berada di balik kekerasan yang mewarnai demonstrasi — termasuk laporan pada siaran televisi negara yang mengklaim dukungan pihak asing terhadap tindakan pembakaran dan perusakan.
Narasi ini juga muncul di jaringan media pemerintah lain, yang memberitakan bahwa komentar atau dukungan publik dari pejabat AS dan Israel dianggap sebagai bagian dari strategi “intervensi” dan “hasutan”.
Konteks Demonstrasi dan Respon Pemerintah
Menurut narasi resmi Tehran, demonstrasi yang kini berlangsung selama lebih dari dua minggu itu bermula dari keluhan atas tekanan ekonomi, seperti inflasi tajam dan depresiasi mata uang, namun kemudian berubah menjadi kekerasan yang “direkayasa” dengan campur tangan pihak luar. Pemerintah Iran juga memberlakukan pemutusan akses internet nasional untuk membatasi arus informasi yang menurutnya bisa memperburuk situasi.
Pernyataan pejabat tinggi lainnya termasuk ancaman keras terhadap para demonstran, pelabelan sebagai “musuh Tuhan”, dan peringatan hukuman maksimum bagi mereka yang dianggap melanggar hukum, yang semua ini turut disiarkan oleh media pemerintah.







Komentar