INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah masih menelusuri secara mendalam penyebab terjadinya longsoran lumpur bijih atau wet muck yang menimpa area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Menurut Bahlil, fokus utama penyelidikan diarahkan pada titik-titik yang menjadi pusat longsoran guna memastikan faktor pemicu dan skala dampaknya. Ia menambahkan, selain penyelidikan, pihak kementerian juga sedang menimbang opsi untuk membuka kembali aktivitas pertambangan di wilayah yang tidak terdampak insiden tersebut.
“Sekarang masih kita teliti apa penyebab musibahnya. Tapi untuk area lain yang aman, sedang kita cari solusi agar aktivitas bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/10).
Meski demikian, Bahlil menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru mengizinkan PT Freeport Indonesia (PTFI) melanjutkan operasional sebelum hasil kajian memastikan kondisi tambang benar-benar aman. Saat ini, kata dia, seluruh kegiatan di Grasberg masih dihentikan sementara sampai penyelidikan rampung.
“Kita ingin pastikan semuanya aman. Kalau nanti hasilnya menunjukkan bisa berproduksi lagi, tentu akan kita buka. Tapi kalau belum memungkinkan, perbaikan harus dilakukan dulu,” tuturnya.
Sementara itu, dampak penghentian tambang Grasberg juga dirasakan hingga ke fasilitas pengolahan PTFI di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa operasi smelter di Gresik saat ini terhenti lantaran tidak ada pasokan konsentrat tembaga dari tambang Grasberg yang terkena longsor.
“Sekarang operasional smelter bisa dibilang berhenti total karena stok konsentratnya kosong,” kata Tony di Jakarta, Sabtu (11/10).
Tony menambahkan, pihaknya sedang mencari langkah alternatif agar sebagian kegiatan tambang Grasberg bisa segera kembali berjalan, meskipun dalam skala terbatas.
“Kami berharap bisa segera memulai kembali operasi, meski tidak penuh, supaya ada konsentrat yang bisa diproduksi dan dikirim ke smelter-smelter,” ujarnya.







Komentar