INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Temuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu pabrik air minum kemasan merek Aqua di Subang, Jawa Barat, menimbulkan kehebohan publik. Dalam kunjungan tersebut, Dedi mendapati bahwa sumber air yang digunakan perusahaan itu bukan dari mata air pegunungan sebagaimana diklaim dalam promosi mereka, melainkan berasal dari sumur bor.
Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menilai informasi ini, jika benar adanya, merupakan bentuk penyesatan konsumen yang serius. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. “Selama ini Aqua dikenal luas dengan citra air murni pegunungan. Jika kenyataannya berbeda, maka publik telah dibohongi,” ujarnya, Jumat, (24/10).
Menurut Saiful, bila terbukti perusahaan tersebut melanggar izin atau menipu konsumen, langkah tegas seperti pencabutan izin operasional harus dipertimbangkan. “Negara tidak boleh gentar menghadapi korporasi besar. Rakyat pasti mendukung tindakan tegas terhadap pelaku penipuan,” tambahnya.
Diketahui, temuan tersebut berawal dari video yang diunggah di kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi. Dalam tayangan itu, tampak dirinya meninjau langsung lokasi sumber air pabrik Aqua di Subang. Saat menanyakan asal air yang digunakan, seorang perwakilan perusahaan menjawab, “Sumber airnya dari bawah tanah, Pak.”
Kaget mendengar jawaban itu, Dedi kembali memastikan, “Saya kira dari mata air atau aliran permukaan. Jadi ini bukan dari mata air, ya?” Pihak perusahaan pun mengonfirmasi bahwa air tersebut diambil dari lapisan tanah dalam.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyoroti potensi dampak ekologis dari penggunaan air tanah dalam skala besar, apalagi produksi harian pabrik tersebut mencapai lebih dari dua juta liter. Ia menegaskan pentingnya evaluasi izin lingkungan agar praktik industri tidak merugikan sumber daya alam dan masyarakat sekitar.







Komentar