INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Sikap Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengenai keputusan PDI-P yang menolak bergabung dalam jajaran menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan dari Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.
Bahtra menegaskan bahwa pihak Gerindra menyambut baik serta menghargai langkah politik PDI-P yang memilih jalur di luar jajaran pemerintahan demi menjalankan peran sebagai kekuatan penyeimbang.
“Dalam demokrasi, keberadaan kekuatan politik yang menjalankan fungsi kontrol dan kritik justru penting untuk memastikan mekanisme checks and balances berjalan sehat, sehingga pemerintah dapat terus dikawal agar berada di jalur yang pas,” ujar Bahtra, Kamis (13/8).
Lebih lanjut Bahtra menerangkan, Prabowo berulang kali mengingatkan seluruh elemen partai politik termasuk kubu luar pemerintahan bahwa silang pendapat sama sekali tidak mengurangi kehangatan persaudaraan serta semangat gotong royong dalam menyokong kemajuan bangsa.
Ia juga menyoroti ikatan historis antara Prabowo dan Megawati yang terentang panjang dan senantiasa terjalin harmonis.
“Keduanya tentu memiliki persahabatan yang kuat, dan tetap menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati. Bagi kami, perbedaan posisi politik tidak harus menghilangkan komunikasi, persahabatan, maupun rasa saling menghormati di antara para tokoh bangsa,” jelasnya.
Di samping itu, Bahtra menegaskan bahwa Gerindra tak pernah menganggap arah politik PDI-P tersebut sebagai sebuah masalah.
Ia menggaransi pihak eksekutif bakal mencurahkan segenap daya upaya agar deretan program strategis racikan Prabowo sanggup menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh strata masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik tetap menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan yang bersifat jangka pendek,” imbuh Bahtra.
Sebelum momen ini, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI-P sekaligus Presiden ke-5 RI mengaku sudah secara langsung menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa partainya tidak bermaksud mengambil porsi menteri di kabinet.
Megawati menegaskan bahwa jajarannya berketetapan hati memilih peranan di luar lingkar kekuasaan demi menjaga kesetimbangan, meskipun posisi tersebut tidak lantas menjadikan PDI-P sebagai kekuatan oposisi murni.
“Makanya saya katakan, ‘Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk’, saya datang benar, ngomong baik-baik, ‘saya tidak akan’, ditawari untuk masuk, ‘saya tidak masuk ke kabinet pak, terima kasih banget,” kata Megawati dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10 s.d. 17 Juli 1945, Senin (10/8), dikutip dari YouTube BPIP.
“Saya akan berada di luar sebagai penyeimbang’, dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu! enak saja!'” kata Megawati melanjutkan.







Komentar