Kebiadaban Berlanjut! Penjajah Israel Bombardir Pos Polisi Gaza, Perempuan dan Warga Sipil Jadi Korban

INDONESIASKETSA.COM, Gaza – Delapan warga Palestina dilaporkan gugur pada Selasa, menyusul serangan udara militer Israel yang menghantam sebuah pos keamanan di wilayah utara Gaza. Salah satu korban adalah pimpinan kepolisian di kamp pengungsi Jabaliya. Sasaran serangan berada di kawasan Al-Falouja, tak jauh di sebelah barat kamp tersebut, tempat sejumlah warga sipil dan aparat kepolisian tengah berkumpul saat kejadian berlangsung.

Otoritas Kementerian Dalam Negeri Gaza mengonfirmasi bahwa salah satu korban yang gugur adalah Kolonel Mohammed Marwan Salem, yang menjabat sebagai kepala kantor polisi Jabaliya. Ia tewas bersama beberapa anggota kepolisian lainnya ketika sedang bertugas. Berdasarkan keterangan sumber-sumber medis, total korban jiwa dari insiden ini mencapai delapan orang, termasuk satu perempuan, sementara sejumlah orang lainnya mengalami cedera akibat serangan.

Sejumlah korban luka tercatat merupakan warga sipil yang kebetulan sedang berurusan di kantor kepolisian tersebut, termasuk seorang perempuan yang melintas di sekitar lokasi ketika ledakan terjadi. Sejumlah orang yang menyaksikan langsung peristiwa itu mengungkapkan kepada kantor berita Anadolu bahwa serangan dilakukan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) milik Israel, yang menyasar area padat tenda-tenda pengungsi Palestina beserta pos evakuasi darurat di sekitarnya.

Peristiwa ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di berbagai penjuru Jalur Gaza, kendati kesepakatan gencatan senjata resmi telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Sehari sebelumnya, seorang warga Palestina dilaporkan tewas dan tiga lainnya cedera setelah drone Israel menyerang tempat pengungsian keluarga-keluarga di dekat area Menara Tayba, di sisi barat Khan Yunis.

Pada kejadian lain yang terpisah, seorang bocah bernama Moataz Abu Shaar kehilangan nyawa akibat tembakan pasukan Israel di wilayah Al-Mawasi, Rafah, bagian selatan Gaza. Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa hingga siang hari Selasa, sepuluh warga Palestina telah dibawa ke fasilitas kesehatan di Gaza, tujuh di antaranya berasal dari wilayah utara dan tiga dari selatan, dengan satu orang meninggal setelah sebelumnya mengalami luka serius.

Sehari sebelum insiden ini, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa dalam rentang 24 jam, dua warga Palestina meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka-luka. Kementerian tersebut turut menyampaikan bahwa upaya evakuasi masih terkendala, mengingat banyak korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan atau berada di titik-titik yang sulit dijangkau tim penyelamat akibat serangan yang terus berlanjut.

Data resmi kementerian tersebut menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.110 warga Palestina telah kehilangan nyawa dan 3.599 lainnya mengalami cedera, ditambah dengan penemuan sekitar 800 jenazah tambahan pada periode yang sama. Sementara itu, apabila dihitung sejak Oktober 2023, jumlah keseluruhan korban tewas akibat operasi militer Israel telah mencapai 73.233 warga Palestina, dengan 173.707 orang lainnya menderita luka-luka.

Komentar