INDONESIASKETSA.COM, Peta kekuatan global tahun ini kembali menegaskan dominasi Amerika Serikat, meski bayang-bayang China semakin dekat mengejar di belakangnya. Amerika Serikat masih dipersepsikan sebagai negara paling kuat di dunia, meskipun posisinya kini semakin dibayangi China yang pengaruhnya terus melebar mulai dari ekonomi, teknologi, militer, hingga rantai pasok strategis.
Data ini merujuk pada Best Countries Index 2026 yang disusun oleh Wharton School, University of Pennsylvania, berdasarkan survei terhadap 15.131 orang dewasa di 33 negara, sebagaimana dikutip Visual Capitalist. Perlu dicatat, peringkat ini bukan mengukur kekuatan militer atau ekonomi secara langsung, melainkan menggambarkan bagaimana masyarakat global memandang pengaruh sebuah negara di panggung dunia, dengan skor dihitung secara relatif terhadap negara peringkat pertama yang mendapat nilai 100.
Tiga Besar: AS, China, Rusia
AS menempati posisi puncak dengan skor kekuatan relatif 100, ditopang oleh statusnya sebagai pusat ekonomi global, kekuatan teknologi, pasar keuangan, jaringan aliansi yang luas, serta kekuatan militer. Dari sisi kekuatan tempur murni, Global Firepower 2026 juga menempatkan AS di puncak dari 145 negara yang dinilai, dengan skor PwrIndx 0,0741, semakin kecil skor ini, semakin kuat posisi militer suatu negara.
China berada di posisi kedua dengan skor 93,6, hanya tertinggal tipis dari AS, mencerminkan persepsi global yang terus menguat terhadap pengaruh Beijing. China kini dipandang bukan sekadar kekuatan ekonomi, tetapi juga pemain besar dalam rantai pasok global, perdagangan internasional, teknologi, serta sumber daya strategis seperti mineral tanah jarang, ditopang pula oleh jumlah personel militer aktif terbesar di dunia yakni sekitar dua juta orang. Menariknya, survei terpisah terhadap 46.667 responden di 85 negara menunjukkan publik di hampir semua kawasan memandang China lebih positif dibandingkan AS.
Posisi ketiga ditempati Rusia. Meski ukuran ekonominya tak sebesar negara-negara lain di jajaran atas, Rusia tetap dipersepsikan sangat kuat dengan skor 91,4, ditopang kemampuan militer besar, senjata nuklir, sumber daya energi, dan pengaruh geopolitik yang luas.
Kekuatan Barat dan Non-Barat Berbaur di 10 Besar
Inggris menempati posisi keempat, disusul Jerman di posisi kelima. Namun daftar ini tak melulu didominasi negara Barat: Korea Selatan justru unggul di posisi keenam dengan skor 62,7, lebih tinggi dari Arab Saudi, Prancis, Jepang, maupun Uni Emirat Arab, buah dari kekuatan teknologi, industri, budaya populer, dan diplomasinya.
Arab Saudi menempati posisi ketujuh dengan skor 61, ditopang perannya di pasar energi, posisi strategis Timur Tengah, dan kekuatan dana investasinya. Sementara itu, Uni Emirat Arab masuk 10 besar dan berada di atas Israel, India, serta Kanada, menunjukkan bahwa negara berpopulasi relatif kecil pun bisa dipersepsikan kuat lewat investasi, energi, logistik, keuangan, dan diplomasi kawasan.
Di luar 10 besar, India berada di peringkat ke-12 dengan skor 45, meski memiliki ekonomi besar dan populasi terbanyak di dunia, persepsi kekuatannya masih di bawah Jepang, UEA, Israel, hingga Prancis. Iran menempati posisi ke-16 dengan skor 28,4, di atas Swiss, Ukraina, Australia, Spanyol, Brasil, dan Singapura, mencerminkan persepsi kuat terhadap pengaruh militer regionalnya.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia berada di peringkat ke-33 dalam daftar negara paling kuat di dunia versi persepsi global, dengan skor 12,1. Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Singapura (peringkat ke-22, skor 20,4) dan Vietnam (peringkat ke-30, skor 14,2) di kawasan Asia Tenggara. Meski begitu, Indonesia masih unggul dari sejumlah negara lain seperti Polandia, Portugal, Austria, Argentina, Finlandia, hingga Bangladesh.







Komentar