Pondasi Makro Kuat, Menkeu Purbaya Sebut Depresiasi Rupiah di Luar Logika

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Kondisi perekonomian domestik saat ini dinilai berada dalam jalur yang positif dan riil, bukan sekadar angka di atas kertas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut saat meninjau operasional di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.

Untuk memastikan geliat aktivitas pasar secara nyata, Menkeu bahkan meluangkan waktu meninjau langsung pusat perbelanjaan hingga pasar-pasar tradisional di berbagai wilayah tanah air. Purbaya menceritakan bahwa pusat keramaian di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, hingga ibu kota Jakarta terpantau padat oleh aktivitas masyarakat.

Indikator tersebut memperlihatkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh. Oleh sebab itu, Purbaya merasa heran dengan tren penurunan nilai tukar rupiah belakangan ini.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” kata Purbaya. Kamis (28/5).

Kendati mata uang Garuda sedang mengalami tekanan, sang Bendahara Negara mengungkapkan sebuah anomali positif di mana tingkat imbal hasil (yield) pasar surat utang Indonesia justru merosot. Kondisi ini dipicu oleh langkah strategis otoritas fiskal yang melakukan intervensi pembelian demi mengendalikan stabilitas instrumen obligasi tersebut.

Melalui skema pengendalian pasar surat utang yang terukur ini, Purbaya optimistis minat para pemodal, baik dari dalam negeri maupun global untuk menanamkan modalnya di obligasi negara akan tetap terjaga dengan baik. Di samping itu, pemerintah berkomitmen untuk terus merumuskan kebijakan lanjutan guna mendorong pemulihan nilai kurs.

“Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkas Menkeu Purbaya.

Komentar