INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Pernyataan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengenai kemitraan dengan sejumlah pelaku media digital memicu polemik luas. Sejumlah media yang namanya disebut dalam konferensi pers resmi langsung memberikan bantahan terbuka dan menegaskan tidak pernah terlibat dalam kerja sama tersebut.
Kontroversi bermula ketika Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa lembaganya telah menjalin kolaborasi dengan komunitas media digital yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Forum itu disebut sebagai wadah baru bagi pelaku media digital yang sebelumnya dikenal dengan istilah “homeless media”.
Dilansir dari, uzone.id, dalam keterangannya, Qodari menyebut berbagai nama media dan akun digital populer seperti Narasi, USS Feed, Bapak2id, Ngomongin Uang, Menjadi Manusia, GNFI, Kok Bisa?, CXO Media, Nalar TV, hingga Big Alpha sebagai bagian dari ekosistem tersebut.
“Pada kesempatan ini, sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia,” ujar Qodari dalam konferensi pers.
Namun tak lama setelah pernyataan itu beredar, sejumlah pihak langsung melakukan klarifikasi publik melalui akun media sosial masing-masing.
Narasi menjadi salah satu media yang paling tegas membantah keterlibatan mereka. Melalui akun resmi redaksi, Narasi menegaskan tidak pernah bergabung dengan INMF, tidak menerima undangan, dan tidak menghadiri agenda Bakom RI.
Mereka juga menegaskan bahwa Narasi merupakan media resmi yang telah terverifikasi Dewan Pers dan bekerja berdasarkan standar jurnalistik profesional.
“Narasi beroperasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers,” tegas akun @narasinewsroom.
Bantahan serupa disampaikan Ngomongin Uang. Tim redaksi menyatakan tidak pernah menerima komunikasi apa pun dari Bakom RI, baik secara langsung maupun digital.
“Melalui pernyataan ini, kami selaku tim Ngomongin Uang ingin menyampaikan bahwa: Tim Ngomongin Uang TIDAK PERNAH menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi, baik secara digital maupun tatap muka, dengan Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI),” tulis akun @ngomonginuang.
Sementara itu, akun Bapak2id memilih merespons dengan gaya khas yang lebih santai namun tetap menyampaikan penolakan tegas terhadap klaim tersebut.
“Lagi rame berita di Tempo tentang Bakom mengajak media yang tergabung di Indonesia New Media Forum (INMF), dan nama kita tau-tau ada di situ. KAGA, KAMI KAGA IKUTAN!” tulis akun @bapak2id.
Di sisi lain, ada pula media yang membenarkan keterlibatan mereka di INMF, tetapi menolak dikaitkan sebagai bagian dari program pemerintah. Big Alpha dan Menjadi Manusia menjelaskan bahwa INMF merupakan forum independen yang dibentuk komunitas media digital sejak Juli 2025 untuk membangun ruang kolaborasi dan ekosistem media yang sehat.
Keduanya juga menegaskan bahwa keberadaan mereka tetap independen dan tidak berada di bawah kendali pemerintah.
“Tidak benar bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah,” tegas akun @bigalphaid.
“Menjadi Manusia adalah media independen dan selamanya berdiri dengan nilai-nilai kemanusiaan yang penting untuk disuarakan,” tulis akun @menjadimanusia.id.
Polemik ini kemudian memunculkan perdebatan luas di ruang publik mengenai relasi pemerintah dengan media digital independen, termasuk soal transparansi kemitraan dan potensi pencatutan nama tanpa persetujuan resmi.







Komentar