Harga BBM Naik, Legislator Sebut Pemerintah Beri “Harapan Palsu”

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengkritik kebijakan PT Pertamina yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan komitmen pemerintah sebelumnya yang menyatakan tidak akan menaikkan harga BBM di tengah kondisi kelangkaan minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Selain itu, Mufti juga menyoroti kenaikan harga yang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. “Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang dan kenaikannya pun cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pada Ahad, (19/4).

Berdasarkan data dari situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) meningkat dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Meski BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, Mufti menilai langkah ini tetap menunjukkan kemunduran karena pemerintah dianggap gagal menjaga komitmennya. Ia menilai pemerintah sempat memberikan ketenangan kepada masyarakat, namun kemudian justru mengambil keputusan sepihak.

“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Ternyata pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat.” pungkasnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap berdampak luas, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini terutama terjadi jika distribusi BBM subsidi di daerah terganggu sehingga masyarakat terpaksa beralih ke BBM nonsubsidi.

“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas pemerintah yang menaikkan harga BBM saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tuturnya.

Mufti juga mempertanyakan keputusan pemerintah yang menaikkan harga di saat jalur distribusi energi di Selat Hormuz mulai terbuka. Ia mendorong pemerintah untuk segera menyesuaikan harga jika kondisi global membaik.

“Jangan sampai menunggu rakyat bergerak baru harga berubah,” katanya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto guna menjaga stabilitas harga di tengah kondisi pasokan energi nasional yang dinilai masih aman.

“Saya sampaikan kepada publik bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/4).

Komentar