Perang Harga Teknologi China Diselidiki

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Pemerintah China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping resmi memulai penyelidikan terhadap persaingan bisnis di sektor layanan antar makanan dan ritel instan yang melibatkan raksasa teknologi Meituan dan Alibaba Group. Langkah ini diambil menyusul perang harga yang dinilai semakin tidak sehat dan memperburuk tekanan deflasi di perekonomian Negeri Tirai Bambu.

Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (State Administration for Market Regulation/SAMR) menyatakan bahwa Dewan Negara telah memutuskan untuk melakukan investigasi guna memastikan persaingan berjalan secara adil, tertib, dan berkelanjutan. Pemerintah menilai praktik subsidi berlebihan dan penetapan harga ekstrem telah merusak struktur pasar serta menekan profitabilitas industri.

Penyelidikan ini muncul di tengah kondisi ekonomi China yang masih rapuh. Sepanjang 2025, indeks harga konsumen (CPI) China tercatat stagnan, tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh dari target pemerintah yang berada di kisaran 2%, mencerminkan lemahnya permintaan domestik dan tekanan deflasi yang berkepanjangan.

Regulator secara khusus menyoroti fenomena yang disebut sebagai “involution competition”, yakni persaingan berlebihan yang tidak menghasilkan nilai tambah, namun justru menggerus margin keuntungan perusahaan dan melemahkan ekonomi riil. Praktik ini banyak terjadi di sektor layanan antar makanan dan instant retail, di mana perusahaan berlomba-lomba menawarkan harga serendah mungkin melalui subsidi besar-besaran.

Persaingan di sektor ini memang sangat ketat. Selain Meituan dan Alibaba, pemain besar lain seperti JD.com juga ikut menggelontorkan dana miliaran dolar untuk menguasai pasar pengiriman cepat yang dianggap sebagai masa depan e-commerce China.

Dampak perang harga mulai terlihat dari kinerja keuangan perusahaan. Meituan mencatatkan kerugian pada kuartal III tahun lalu, yang menjadi kerugian pertamanya sejak akhir 2022. Perusahaan juga memperingatkan potensi kerugian lanjutan apabila tekanan harga terus berlanjut dan margin keuntungan tidak kunjung pulih.

Menanggapi langkah pemerintah, Meituan dan Alibaba menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi tersebut. Kedua perusahaan menegaskan siap bekerja sama dengan otoritas guna menciptakan iklim persaingan yang sehat dan berkelanjutan.

Meski investigasi berpotensi memperketat ruang gerak perusahaan, pasar justru merespons positif. Saham sejumlah perusahaan teknologi China sempat menguat, mencerminkan optimisme investor bahwa penertiban perang harga dapat membawa stabilitas jangka panjang bagi industri.

Langkah Beijing ini menegaskan perubahan arah kebijakan ekonomi China, dari ekspansi agresif berbasis volume menuju stabilitas harga, kualitas pertumbuhan, dan keberlanjutan industri digital.

Komentar