INDONESIASKETSA.COM, Otoritas Media Pemerintah Palestina di Gaza menyebut bahwa sejak masa jeda tembak diberlakukan bulan lalu, penjajah Israel kembali berkali-kali melanggar kesepakatan. Totalnya mencapai lebih dari lima ratus insiden.
Setiap pelanggaran itu membawa konsekuensi tragis. Lembaga tersebut mencatat ratusan korban jiwa dan nyaris seribu warga mengalami luka akibat serangan yang terus terjadi meski status gencatan senjata tengah berlangsung.
Dalam keterangannya kepada Al Jazeera Net, Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Ats-Tsawabita, mengungkapkan bahwa aliran bantuan pun tersendat parah. Dari sekitar 28 ribu truk bantuan yang dibutuhkan, hanya 9.930 yang mendapat izin masuk, angka yang ia tekankan bahkan tidak menyentuh sepertiga kebutuhan minimal.
Ats-Tsawabita menuduh bahwa kebijakan tersebut membuat bantuan kemanusiaan diperlakukan layaknya alat tekanan politik dan militer, bukan sebagai kewajiban negara atau wujud tanggung jawab kemanusiaan.
Ia memperingatkan bahwa krisis di Gaza kini bergerak menuju titik yang jauh lebih buruk dari situasi-situasi darurat sebelumnya.
Kerusakan luas pada sarana publik dan runtuhnya pelayanan dasar yang disebabkan serangan penjajah Israel, menurutnya, sedang menyeret kehidupan warga menuju kondisi yang ia gambarkan sebagai “kehancuran total tanpa batas”.







Komentar