INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana menuturkan penurunan Indeks Persepsi Korupsi bukanlah hal yang mengejutkan. Selama delapan tahun kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi di tanah air.
“Apa yang disampaikan transparansi internasional indeks korupsi kita anjlok dari skor 38 ke 34 sama sekali bukan kabar yang mengejutkan” ucapnya, Senin (13/2).
Ia menilai Presiden Jokowi tidak memiliki pengetahuan yang cukup terkait penanganan korupsi.
“Satu setengah bulan Pak Jokowi mengumumkan itu. Pemberantasan korupsi kita anjlok. Itu terlihat Pak Jokowi tidak memiliki pengetahuan yang cukup soal kondisi sesungguhnya pemberantasan korupsi di Indonesia” sambungnya.
Kurnia melanjutkan setelah ramai penurunan dari 38 ke 34. Sepertinya ada nuansa kepanikan di Istana Negara ketika isu indeks persepsi korupsi itu mencuat.
“Saat kita melihat video terbaru Pak Jokowi ada Jaksa Agung, Kapolri, Menkopolhukam. Sebelum itu bahkan wakil pemerintah sendiri yang saat itu Menkopolhukam mengatakan ini adalah IPK terburuk selama era reformasi” terangnya.
Kurnia kemudian menyebutkan bahwa Presiden Jokowi selama memimpin tidak mendukung kebijakan pembatasan korupsi.
“Itu menandakan apa? Delapan tahun Pak Jokowi memimpin Republik Indonesia, sama sekali tidak ada kebijakan yang mendukung pemberantasan korupsi” tutupnya.







Komentar