Masyarakat Palestina Terus Dibantai Penjajah Israel, Dunia Tetap Diam, Korban Tewas Tembus 61.330 Orang

INDONESIASKETSA.COM, Gaza – Otoritas Kesehatan Gaza mengumumkan, sejak dimulainya ofensif militer penjajah Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa warga Palestina telah mencapai sedikitnya 61.330 orang. Di antara korban tersebut, 201 di antaranya meninggal akibat kelaparan, termasuk 98 anak.

Dalam laporan yang dirilis pada Jumat (9/8/2025), disebutkan bahwa selama 24 jam terakhir, rumah sakit menerima 72 jenazah dan 314 korban luka baru. Sejak pecahnya konflik, total korban luka dilaporkan mencapai 152.359 orang. Kementerian juga menegaskan adanya empat kematian tambahan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, dengan situasi semakin genting karena banyak korban terperangkap di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalanan tanpa bisa dievakuasi akibat serangan udara berkelanjutan dan minimnya peralatan penyelamatan.

Korban tewas yang jatuh saat berusaha mendapatkan bantuan kemanusiaan kini mencapai 1.772 orang, termasuk 16 kematian dalam satu hari terakhir. Sejak 27 Mei, saat Lembaga Kemanusiaan Gaza memulai operasinya, sedikitnya 12.249 orang terluka ketika penyaluran bantuan berlangsung.

Gelombang serangan baru penjajah Israel di Jalur Gaza dimulai lagi pada 18 Maret 2025, setelah gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan pada Januari tidak lagi dipatuhi. Rentetan serangan sejak tanggal itu telah mengakibatkan 9.824 kematian dan melukai sedikitnya 40.318 orang.

Di sisi hukum internasional, pada November tahun lalu, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Sementara itu, Mahkamah Internasional (ICJ) kini tengah memproses gugatan genosida yang diajukan terhadap Israel terkait tindakannya di wilayah tersebut.

Komentar