Telak, Rudal Yaman Hantam Bandara Kebanggaan Penjajah Israel, Sistem Pertahanan Udara Zionis Kebobolan

INDONESIASKETSA.COM, Tel Aviv – Penjajah Israel dibuat kocar-kacir oleh rudal Yaman, pasalnya rudal tersebut berhasil menembus system pertahanan udara berlapis zionis, lalu mendaray di Bandara Ben Gurian, Tel Aviv, tepat di jantung lokasi penjajah Israel.

Kemampuan serangan pre-emptive kini diuji dari 2 arah yang tak terduga: Gaza, yang telah memaksa penjajah Israel menjalani perang terpanjang dalam sejarahnya, dan Yaman, yang selama ini dianggap sebagai lawan terlemah dan terjauh di antara negara-negara Arab.

Namun rudal yang ditembakkan dari Yaman baru-baru ini mengejutkan sistem pertahanan penjajahIsrael, bahkan memaksa Amerika Serikat (AS) turun tangan langsung untuk memberikan perlindungan.

Serangan itu menyasar pusat paling vital dalam jaringan pertahanan Israel: Bandara Ben Gurion, atau yang juga dikenal sebagai Bandara Lod, satu-satunya pintu gerbang udara internasional yang praktis dimiliki penjajah.

Untuk pertama kalinya, rudal berhasil mencapai kawasan udara yang disebut sebagai “kudusnya keamanan nasional” Israel.

Militer penjajah Israel akhirnya mengakui bahwa upaya intersepsi gagal total. Rudal jatuh di kawasan bandara bahkan sebelum sirene peringatan selesai berbunyi.

Ledakan di Bandara Ben Gurion memicu kepanikan massal di wilayah Gush Dan, yang mencakup Tel Aviv Raya.

Jalan-jalan utama ditutup, layanan kereta dan transportasi umum terhenti, dan jutaan warga Israel bergegas menuju tempat perlindungan—semua terjadi pada awal pekan kerja, saat aktivitas masyarakat baru dimulai.

Media penjajah Israel menggambarkan suasana mencekam. “Ledakan terdengar di pusat negara,” tulis harian Yedioth Ahronoth.

Asap membubung dari kawasan bandara, dan aparat segera melakukan penyisiran menyeluruh di landasan pacu untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural tambahan.

Ketua Serikat Pekerja Otoritas Bandara, Pinhas Idan, menyebut seluruh staf dievakuasi ke zona aman.

“Hanya satu pesawat yang terguncang. Kami mendengar dentuman keras, sangat cepat, sangat dekat,” katanya.

Seorang sopir taksi yang berada di dekat gerbang 23 Bandara Ben Gurion mengatakan sirene berbunyi, dan terjadi ledakan besar secara tiba-tiba.

“Tidak ada waktu untuk lari ke tempat aman. Semuanya bergetar. Batu-batu kecil beterbangan di udara. Situasi benar-benar panik,” ujarnya.

Sistem pertahanan penjajah Israel gagal total

Ledakan besar akibat hantaman rudal Yaman di Bandara Ben Gurion tidak hanya menciptakan lubang berdiameter 25 meter, tapi juga menimbulkan pertanyaan mendalam di benak warga penjajah Israel: ke mana perginya sistem pertahanan udara yang selama ini dibanggakan sebagai terbaik di dunia?

Penjajah Israel selama bertahun-tahun dikenal sebagai negara pionir dalam pengembangan sistem pertahanan udara multi-lapisan.

Dengan dukungan teknologi dan pendanaan AS, penjajah Israel telah mengembangkan sistem Arrow (Hetz) 1, 2, dan 3 untuk menghadapi ancaman rudal jarak jauh di berbagai lapisan atmosfer.

Untuk ancaman menengah, ada sistem David’s Sling, dan untuk rudal jarak pendek, sistem Iron Dome menjadi andalan.

Lebih jauh, penjajah Israel bahkan menyusun arsitektur pertahanan berlapis, yang memungkinkan integrasi seluruh sistem dalam menanggapi satu ancaman rudal sekalipun.

Tujuannya: menciptakan kubu yang kokoh terhadap rudal dan pecahannya. Namun semua itu tampaknya tidak cukup.

Selain sistem domestik, penjajah Israel juga menggunakan sistem pertahanan udara buatan Amerika seperti Patriot. Bahkan, sistem pertahanan termutakhir AS, THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), telah dipasang di bagian selatan Israel dan dioperasikan langsung oleh personel Amerika.

Tidak hanya itu, armada militer Amerika dari Laut Tengah dan Laut Merah, serta kapal-kapal perang dari Prancis, Inggris, Jerman, dan beberapa negara Arab turut terlibat dalam sistem pertahanan regional demi melindungi penjajah Israel.

Namun, dalam kejadian terbaru, semua upaya itu tampak sia-sia. Militer penjajah Israel akhirnya mengakui kegagalan intersepsi.

“Beberapa upaya intersepsi dilakukan setelah peringatan dinyalakan di sejumlah wilayah,” ujar pernyataan resmi.

Namun rudal tetap jatuh di Bandara Ben Gurion, dan penyelidikan mendalam kini dilakukan oleh Angkatan Udara penjajah Israel.

Pernyataan itu tidak menjelaskan secara gamblang apakah yang jatuh adalah bagian dari rudal atau keseluruhan proyektil. Namun yang jelas, sistem Arrow 3 buatan penjajah Israel dan THAAD milik Amerika gagal berfungsi. Kegagalan ini mengguncang reputasi sistem pertahanan buatan penjajah Israel di mata internasional.

Wartawan militer Makor Rishon, Noam Amir, menulis: “Apakah Jerman, yang mempertimbangkan membeli sistem Arrow, akan berpikir ulang setelah melihat kegagalan ini?”

Pertanyaan itu mencerminkan kegamangan yang tidak hanya dirasakan public penjajah Israel, tapi juga sekutu dan pelanggan senjata mereka di Eropa.

Komentar