Organisasi Anti Korupsi Apresiasi Upaya GPM Taliabu Dalam Mengungkap Masalah Pekerjaan Rabat Beton Nggele-Lede

INDONESIASKETSA.COM – JAKARTA, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kabupaten Pulau Taliabu mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Marhaen (DPC GPM) Kabupaten Pulau Taliabu dalam mengungkap masalah proyek pekerjaan Rabat Beton Nggele-Lede sebagaimana yang sedang hangat diperbincangkan publik hari ini.

“Sebagai pemuda, upaya yang dilakukan oleh DPC GPM Pulau Taliabu patut diapresiasi dalam rangka mengawal jalannya pembangunan di pulau Taliabu yang bebas dan bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Ini harus kita dukung penuh oleh seluruh elemen pemuda dan masyarakat terutama Laskar Anti Korupsi Indonesia.” Kata ketua DPC LAKI Pulau Taliabu, Alialudin Hamzah, Kamis, 08/04 kepada awak media.

Olehnya itu DPC LAKI secara kelembagaan sedang melakukan investigasi khusus terkait kasus yang disinyalir menelan anggaran sebesar 16 Milyar lebih yang bersumber dari APBD Tahun 2022 itu.

Hal itu jelas Ali dilakukan untuk keperluan tindak lanjut dari kasus Mega proyek Taliabu itu.

“Keterangan yang beredar di media akan kami jadikan alat bukti untuk menyelam lebih dalam lagi terkait kasus ini. Beberapa keterangan’ yang kami tangkap diantaranya pertama; pekerjaan dilakukan tanpa papan informasi, kedua; ketebalan tidak sesuai bestek, ketiga; material menggunakan batu karang, keempat; panjang pekerjaan baru mencapai kurang lebih 500 meter. Jika keterangan itu benar adanya maka jelas ini adalah temuan dugaan kejahatan korupsi yang wajib untuk diusut tuntas.” Ujarnya.

Ketua DPC LAKI Pulau Taliabu berharap agar kasus ini terus dikembangkan ketahap yang lebih serius guna menjawab rasa keadilan di masyarakat. Kasus ini semestinya tambah Ali agar tidak sekedar terhenti di meja DPRD Pulau Taliabu, sebagaimana upaya mediasi yang dilakukan oleh DPC GPM Pulau Taliabu. “Sebab beranjak dari temuan yang diungkapkan jika memang meyakinkan mestinya jelas temuan-temuan itu kuat terindikasi korupsi. Ini kasus besar sebab anggarannya cukup bombastis, ya kalau ada niat buruk sejak awal tentu tidak bisa kita biarkan begitu saja.” Tutupnya

Komentar