INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Polemik mengenai program studi yang dianggap tidak lagi selaras dengan kebutuhan zaman mendapat tanggapan dari Menteri Pendidikan Tinggi. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah bukan dengan menghapus program tersebut, melainkan melakukan pembaruan agar tetap relevan.
Dalam keterangannya kepada media di Jakarta Pusat, ia menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil berorientasi pada penguatan, bukan eliminasi.
“Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan. Dikembangkan ya, bukan ditutup,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi memang menuntut penyesuaian di sektor pendidikan tinggi. Namun demikian, langkah penutupan program studi dinilai bukan solusi utama. Sebaliknya, pembaruan kurikulum serta penyesuaian kompetensi lulusan dianggap lebih tepat untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah program studi yang selama ini dinilai kurang relevan sebenarnya masih memiliki potensi, asalkan dilakukan transformasi. Proses pengembangan ini mencakup peningkatan kualitas pengajaran, pembaruan materi, serta penguatan keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Lebih lanjut, pemerintah akan mendorong perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi internal terhadap program studi masing-masing. Tujuannya agar setiap prodi mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa harus kehilangan keberadaannya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tidak ada program studi yang serta-merta dihapus, melainkan diarahkan untuk bertransformasi agar tetap memiliki daya saing dan kontribusi dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.







Komentar