Media Barat Sebar Kebohongan, Ahmadinejad Terbukti Masih Hidup

INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Kabar kematian mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang sempat beredar luas di sejumlah media Barat akhirnya terbukti tidak benar. Sejumlah sumber dari Iran dan pihak yang dekat dengan Ahmadinejad memastikan bahwa tokoh politik Iran tersebut masih hidup dan dalam kondisi aman di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Rumor kematian Ahmadinejad mencuat setelah beberapa media internasional dan Israel melaporkan bahwa ia tewas dalam serangan udara yang menargetkan wilayah Teheran. Laporan tersebut menyebut rumahnya terkena serangan dalam operasi militer yang dikaitkan dengan konflik antara Iran dengan agresor Amerika Serikat dan penjajah Israel.

Namun klaim tersebut segera dibantah oleh pihak yang dekat dengan Ahmadinejad. Seorang penasihat mantan presiden Iran itu mengatakan bahwa ia masih berkomunikasi langsung dengan Ahmadinejad dan memastikan bahwa kondisinya baik.

Laporan dari sejumlah media yang mengutip sumber di Iran juga menyebut Ahmadinejad selamat dari upaya pembunuhan dan telah dipindahkan ke lokasi aman setelah serangan terjadi.

Partai politik yang berafiliasi dengan Ahmadinejad, Dolate Bahar, turut menegaskan bahwa kabar kematian mantan presiden tersebut adalah hoaks. Pernyataan ini disampaikan setelah rumor tersebut menyebar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan internasional.

Beberapa hari setelah rumor tersebut beredar, video yang memperlihatkan Ahmadinejad muncul kembali di publik juga mulai tersebar di internet. Kemunculan itu semakin memperkuat bantahan terhadap klaim bahwa ia tewas dalam serangan militer.

Ahmadinejad sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling vokal di Iran. Ia menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 2005 hingga 2013, dan sering bersikap keras terhadap kebijakan Barat serta penjajah Israel.

Munculnya kabar palsu mengenai kematian Ahmadinejad menambah panjang daftar informasi yang simpang siur di tengah meningkatnya konflik dan operasi militer di kawasan Timur Tengah. Sejumlah pengamat menilai perang informasi dan propaganda menjadi bagian dari dinamika konflik yang sedang berlangsung, sehingga verifikasi terhadap sumber berita menjadi semakin penting.

Komentar