Terus Serang Iran, AS dan Israel Mulai Sasar Kilang Minyak

INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, serangan militer yang dilancarkan kedua agresor itu mulai menargetkan infrastruktur energi strategis Iran, termasuk depot penyimpanan dan kilang minyak di sekitar ibu kota Teheran.

Serangan udara terbaru dilaporkan menghantam beberapa depot penyimpanan bahan bakar dan fasilitas distribusi minyak di wilayah Teheran. Ledakan besar memicu kebakaran hebat yang menghasilkan asap tebal dan terlihat dari berbagai penjuru kota. Militer Israel mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyatakan bahwa fasilitas yang diserang diduga digunakan untuk memasok bahan bakar bagi unit militer Iran.

Menurut otoritas energi Iran, sedikitnya empat depot minyak dan pusat distribusi produk minyak di wilayah Teheran dan provinsi Alborz menjadi sasaran serangan udara. Serangan itu menewaskan beberapa pekerja, termasuk pengemudi truk tangki, sementara sebagian fasilitas mengalami kerusakan meskipun kebakaran berhasil dikendalikan oleh tim darurat.

Bagian dari Operasi Militer Gabungan

Serangan terhadap fasilitas energi tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel bersama AS sejak 28 Februari 2026. Operasi yang disebut “Operation Lion’s Roar” ini menargetkan berbagai fasilitas strategis Iran di sejumlah kota, termasuk instalasi militer dan infrastruktur penting.

Pengamat menilai, penargetan sektor energi menunjukkan pergeseran strategi dalam konflik yang kini tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sistem logistik yang menopang kemampuan perang Iran.

Iran Balas Serangan

Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke berbagai target yang terkait dengan Israel dan sekutu AS di kawasan Timur Tengah. Salah satu serangan dilaporkan menghantam fasilitas energi di kota pelabuhan Haifa, Israel.

Aksi saling serang ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik regional yang lebih luas. Selain Israel, beberapa negara di Teluk juga melaporkan insiden serangan rudal atau drone yang diduga terkait dengan konflik tersebut.

Dampak Global Mulai Terasa

Serangan terhadap fasilitas minyak Iran juga mulai berdampak pada pasar energi dunia. Harga minyak global dilaporkan mengalami lonjakan tajam seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Organisasi kesehatan dunia juga memperingatkan bahwa kerusakan fasilitas energi dapat menimbulkan risiko kemanusiaan, karena gangguan pada pasokan energi dapat mempengaruhi layanan penting seperti air bersih dan kesehatan bagi masyarakat sipil.

Sejumlah negara dan organisasi internasional kini mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Komentar