Satu per Satu Pentolan Hijrah ke PSI, NasDem Akhirnya Angkat Bicara

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Partai NasDem menyampaikan responnya menyusul keluarnya sejumlah tokoh senior partai yang belakangan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, usai tiga orang mantan kadernya memilih berpindah ke partai lain dalam beberapa pekan terakhir.

Saan menegaskan bahwa keputusan beberapa politisi untuk keluar dari NasDem dan bergabung ke PSI merupakan hak politik individu yang harus dihormati. Menurut Saan, partai tidak memiliki keberatan terhadap pilihan tersebut.

“Kami menghormati keputusan politik masing-masing. Jika ada kader yang memilih jalur berbeda, tentu itu adalah hak pribadi mereka,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dia menambahkan bahwa tidak ada konflik internal yang menyebabkan perpindahan tersebut. NasDem, katanya, selama ini berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh kadernya, namun tidak bisa memaksakan kader untuk tetap berada dalam partai jika mereka memiliki aspirasi berbeda.

Saan juga membantah anggapan bahwa kader-kader yang keluar karena tidak mendapatkan posisi strategis dalam struktur partai. Ia mencontohkan tokoh senior yang pindah, seperti Ahmad Ali, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum NasDem sekaligus Ketua Fraksi di DPR RI.

Perpindahan kader itu termasuk politisi yang sebelumnya menjabat di posisi penting, seperti Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu.

Meski demikian, NasDem memastikan akan melanjutkan konsolidasi internalnya, termasuk pengisian posisi struktural yang ditinggalkan oleh politisi yang berpindah. Salah satunya adalah penunjukan Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan menggantikan Rusdi Masse.

Komentar