Wacana Duet Gibran-KDM, Apa Kata PSI?

INDONESIASKETSA.COM, Solo – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan klarifikasi mengenai rumor yang menyandingkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pihak PSI membantah bahwa topik tersebut dibicarakan sewaktu berdiskusi bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Keterangan dari Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebutkan bahwa mantan kepala negara itu justru menyampaikan petunjuk yang tidak ada kaitannya dengan isu perjodohan politik tersebut. Ia membantah adanya pembahasan wacana itu dalam agendanya bersama Jokowi.

“Sama sekali nggak ada itu. Pak Jokowi hanya menitipkan agar kami lebih cepat lagi di dalam menuntaskan masalah penyelesaian struktur sampai tingkat paling bawah yang nanti akan diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU),” jelas Bestari, dikutip Selasa (1/9).

Langkah ini menunjukkan bahwa agenda pertemuan PSI dan Jokowi murni membahas pembenahan internal partai, ketimbang membuang energi untuk mengulas opsi pasangan figur untuk kontestasi politik yang masih panjang.

Pengarahan yang diterima PSI dari Jokowi sejatinya berorientasi pada pemantapan barisan organisasi demi menyongsong Pemilihan Umum 2029. Menurut Bestari, penyusunan kepengurusan internal hingga lini terdepan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

“Tentu dibutuhkan peran seluruh lapisan jajaran kepengurusan ini untuk bisa sukses administrasi faktual,” terangnya.

Dalam pandangan Bestari, mengeksekusi petunjuk tersebut merupakan kewajiban yang jauh lebih krusial dibanding memusingkan berbagai wacana politik yang berseliweran di tengah masyarakat. Konsolidasi kepengurusan hingga tingkat terbawah menjadi kunci kesiapan partai.

Kabar mengenai wacana duet Gibran dan Dedi Mulyadi sendiri ramai diperbincangkan setelah potongan video kegiatan konsolidasi menyebar luas. Munculnya nama dua pejabat publik ini sontak memantik bola liar spekulasi terkait konstelasi politik menuju 2029.

Salah satu contohnya terlihat dari aksi Farhat Abbas yang mendadak tular di jejaring sosial pascapidatonya di hadapan Jokowi. Dalam rekaman tersebut, ia yang berbalut kemeja merah berdiri memegang mikrofon saat berbicara.

Awalnya, ia menyampaikan ungkapan apresiasi kepada audiens yang hadir. Walau beberapa patah kata yang diucapkannya terdengar samar, ia lantas melontarkan dua nama tokoh yang memicu asumsi publik mengenai potensi kemitraan politik.

“Perasaan saya Mas Gibran dan Kang Dedi Mulyadi,” kata Farhat Abbas.

Komentar