Banjir Bandang di Pemalang Tewaskan Satu Orang

INDONESIASKETSA.COM, Pemalang – Bencana banjir bandang melanda sejumlah titik di Jawa Tengah bagian barat, Sabtu (24/1/2026). Wilayah Kabupaten Pemalang dan Tegal dilaporkan mengalami dampak terparah, dengan satu korban jiwa dikonfirmasi meninggal dunia dan ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Menanggapi eskalasi bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah berencana menaikkan status kebencanaan di kedua wilayah tersebut menjadi Tanggap Darurat.

“Untuk Kabupaten Tegal ada rencana untuk menaikkan status darurat, termasuk Pemalang. Ini dalam rangka kemudahan akses dan dukungan pemerintah di atasnya, provinsi dan pusat,” ujar Kalakhar BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, Sabtu (24/1).

Dampak di Pemalang: Satu Warga Meninggal DuniaDi Kabupaten Pemalang, banjir bandang yang dipicu luapan Kali Penakir di lereng Gunung Slamet menelan korban jiwa. Berdasarkan data sementara, satu orang warga Desa Penakir (33) dilaporkan meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 22 orang luka ringan.

Camat Pulosari, Arif Seno Aji, mengonfirmasi bahwa evakuasi telah dilakukan di tiga desa utama: Penakir, Nyalembeng, dan Gunungsari. “Ada sekitar 300 warga mengungsi yang kami bagi di tiga titik, yakni Kantor Kecamatan, Gedung NU, dan TK Pulosari,” jelas Arif.

Kerusakan Infrastruktur di Objek Wisata GuciSementara itu di Kabupaten Tegal, banjir bandang menghantam kawasan wisata Guci. Arus air yang sangat deras mengakibatkan sejumlah infrastruktur vital hancur, di antaranya:

• Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 (Rusak berat).• Area wisata Pancuran 13 dan Pancuran 5.• Jembatan gantung Pancuran 5.• Satu unit excavator mini hanyut terbawa arus.

Percepatan PemulihanPenaikan status menjadi Tanggap Darurat diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dampak bencana.

Dengan status ini, sistem komando penanganan akan lebih terarah, didukung dengan alokasi anggaran darurat untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi di wilayah pegunungan.

Komentar