Israel Chaos, Demo Komunitas Ultra Orthodox Berujung Rusuh

INDONESIASKETSA.COM, Tel Aviv – Suasana kota Israel memanas ketika demonstrasi yang awalnya menentang rencana otoritas melakukan autopsi terhadap dua bayi yang tewas dalam tragedi di sebuah pusat penitipan anak berubah menjadi bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan.

Protes yang dipicu oleh keputusan kontroversial ini meluas di beberapa ruas jalan utama di Yerusalem dan kota terdekat seperti Beit Shemesh, ketika puluhan warga banyak dari komunitas Ultra-Orthodox (Haredi) memblokir lalu lintas dan menolak perintah polisi untuk membubarkan diri. Polisi Israel menyatakan aksi itu telah dinyatakan ilegal dan mulai melakukan pengosongan secara paksa.

Dalam bentrokan tersebut, para demonstran melempar batu dan barang ke petugas, serta membakar tempat sampah dan halangan di jalan sebagai bentuk protes. Beberapa titik jalan raya diblokade secara paksa oleh para pengunjuk rasa yang mencoba memperlambat respon aparat. Polisi dilaporkan menggunakan taktik pembubaran termasuk penggunaan water cannon dan pengerahan pasukan cadangan untuk menertibkan situasi.

Seorang remaja berusia 18 tahun yang duduk di tengah jalan dilaporkan terluka setelah diduga terserempet kendaraan saat demonstrasi berlangsung, dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk perawatan. Polisi kemudian menahan pengemudi untuk diinterogasi terkait insiden tersebut.

Pihak berwenang mengatakan setidaknya sebelas demonstran telah ditangkap di Yerusalem dan Beit Shemesh dalam upaya untuk meredakan kerusuhan dan membuka kembali jalan-jalan utama yang ditutup massa. Aparat juga menegaskan bahwa mereka bertindak untuk menjaga ketertiban serta mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut, setelah beberapa pengunjuk rasa menolak instruksi untuk membubarkan diri.

Sementara itu, kelompok yang terlibat dalam aksi protes tersebut termasuk faksi Peleg Yerushalmi, sebuah kelompok yang dikenal keras dalam komunitas Haredi menyatakan bahwa mereka merasa martabat anak-anak yang meninggal telah diinjak dengan rencana autopsi tersebut, dan menyebut tindakan polisi sebagai langkah yang memperburuk konflik.

Insiden ini muncul di tengah suasana politik dan sosial yang tegang di Israel, yang masih bergulat dengan berbagai isu domestik termasuk persoalan otoritas agama, hukum sipil, dan kebebasan pribadi. Bentrokan terbaru ini menunjukkan bagaimana masalah sensitif yang berkaitan dengan kepercayaan agama dan prosedur hukum dapat memicu eskalasi konflik dengan aparat dalam skala yang cepat.

Komentar