INDONESIASKETSA.COM, Jakarta — Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat, yang sejak awal berdirinya identik dengan dukungan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, kini resmi berubah bentuk menjadi partai politik baru yang dipandang sejumlah pengamat bisa menjadi kendaraan politik untuk Anies dalam Pemilihan Presiden 2029.
Transisi Gerakan Rakyat dari ormas menjadi partai politik diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 yang berlangsung pada pertengahan Januari 2026 di Jakarta. Dalam forum itu, ketua umum organisasi, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa harapan besar partai baru ini adalah agar Anies Baswedan dapat menjadi calon presiden Republik Indonesia di kontestasi 2029.
Gerakan Rakyat, yang sebelumnya dikenal sebagai wadah resmi bagi para relawan dan pendukung Anies sejak masa kampanye Pilpres 2024, memang sejak awal telah dipandang oleh sejumlah kalangan sebagai embrio partai politik. Pengamat politik menyebut perubahan ormas itu menjadi partai bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi kompetisi politik nasional berikutnya.
Dalam pidato Rakernas tersebut, Sahrin menegaskan arah perjuangan organisasi masa depan itu: “Anies Baswedan adalah Gerakan Rakyat dan Gerakan Rakyat adalah Anies Baswedan,” menunjukkan ikatan emosional antara figur Anies dan partai baru itu.
Status formal Partai Gerakan Rakyat kini tengah diproses untuk didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, dengan target rampung pada awal 2026. Meskipun begitu, masih ada pertanyaan dari partai-partai lain tentang legitimasi dan kesiapan struktur partai baru ini, serta perannya dalam peta politik nasional.
Namun, respon langsung dari Anies Baswedan sendiri belum secara tegas mengonfirmasi bahwa ia akan menggunakan partai ini sebagai kendaraan politik menuju Pilpres 2029. Dalam kesempatan-kesempatan sebelumnya Anies sempat menyebut bahwa wacana Gerakan Rakyat menjadi partai pengusungnya masih terasa “kejauhan,” serta fokusnya saat itu lebih pada kegiatan sosial dan penguatan basis masyarakat daripada politik elektoral langsung.
Para pengamat politik menilai dinamika ini bisa menjadi bagian dari strategi early booking kontestasi Pilpres 2029, dengan Gerakan Rakyat berupaya memposisikan diri lebih dulu di panggung politik agar memiliki basis organisasi dan dukungan luas sebelum memasuki pemilu legislatif dan pemilu presiden nanti.
Sementara itu, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa terlepas dari dukungan yang deklaratif, pembentukan partai baru bukan jaminan otomatis bagi figur tertentu untuk menjadi calon presiden, karena banyak faktor lain yang akan menentukan arah dukungan elektoral dalam lima tahun ke depan. Penguatan ideologi, konsolidasi struktur partai, serta daya tarik program politik di masyarakat tetap menjadi ujian krusial bagi Gerakan Rakyat ke depan.







Komentar