Jauh Berbeda, Intip Perbandingan Gaji Sri Mulyani di Gates Foundation dan Ketika Menjabat Menkeu RI

INDONESIASKETSA.COM, Eks Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini resmi masuk ke jajaran pengurus Bill & Melinda Gates Foundation sebagai anggota dewan yang membentuk arah strategis organisasi filantropi besar tersebut. Hingga kini, organisasi itu belum mengumumkan angka resmi tentang pendapatan yang akan diterima oleh Sri Mulyani dalam kapasitas barunya. Namun, sebagai ilustrasi, kompensasi untuk beberapa peran profesional di yayasan ini diketahui tergolong tinggi, misalnya, seorang manajer program bisa memperoleh sekitar Rp286,93 juta setiap bulan dan posisi ilmuwan data berkisar antara Rp271,48 juta sampai Rp393,98 juta per bulan, sedangkan insinyur perangkat lunak bisa mendapat sekitar Rp255 juta setiap bulan.

Dalam pengumuman penunjukan tersebut, CEO yayasan, Mark Suzman, menegaskan bahwa pengalaman luas Sri Mulyani dalam membentuk kebijakan ekonomi yang adil adalah modal berharga untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang berkeadilan, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini,” ujarnya, menyoroti peran strategis yang akan diemban oleh Sri Mulyani dalam memaksimalkan penggunaan sumber daya yayasan secara efektif.

Tujuan yayasan itu sendiri dalam dekade mendatang mencakup beberapa fokus utama seperti mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah, memastikan generasi muda tumbuh bebas dari penyakit menular yang mematikan, serta membantu jutaan orang keluar dari garis kemiskinan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Dalam konteks baru ini, Sri Mulyani menyatakan rasa kehormatan dan antusiasme atas kesempatan untuk berkontribusi di fase penting penuh tantangan dan peluang ini.

“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak terbesar bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation di masa penuh tantangan dan peluang ini,” begitu ungkapnya dalam pernyataan resmi yayasan.

Sebagai perbandingan, ketika Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, gaji pokok seorang menteri di Indonesia berada jauh di bawah angka-angka tersebut, menurut data lama, seorang menteri menerima upah pokok yang relatif kecil per bulannya (beserta tunjangan lainnya) dibanding kompensasi tinggi yang biasa ditawarkan di lembaga internasional.

Komentar