INDONESIASKETSA.COM, Gaza – Gencatan senjata di Jalur Gaza dijadwalkan mulai berlaku pada Sabtu pagi, 11 Oktober 2025, setelah otoritas penjajah Israel memberikan lampu hijau terhadap perjanjian tersebut, tepat satu hari sebelumnya.
Berdasarkan laporan dari BBC, implementasi kesepakatan damai antara penjajah Israel dan pejuang Palestina akan membuka jalan bagi pembebasan sekitar 20 sandera warga Israel yang diyakini masih hidup dalam kurun waktu tiga hari. Di sisi lain, ratusan tahanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara penjajah Israel juga akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik ini.
Menjelang pemungutan suara di kabinet, Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, atas peran aktifnya dalam proses negosiasi perjanjian damai tersebut.
Sementara itu, Khalil al-Hayya, seorang tokoh senior Hamas yang berada di pengasingan, menyatakan bahwa ia menerima kepastian dari Amerika Serikat dan sejumlah mediator internasional bahwa konflik bersenjata telah secara resmi dinyatakan usai.
Namun, pada hari yang sama dengan rencana pemungutan suara kabinet penjajah Israel yang digelar Kamis lalu, pasukan militer penjajah Israel tetap melanjutkan operasi militernya di Gaza. Menurut otoritas pertahanan sipil Hamas, sebuah serangan terhadap bangunan di Kota Gaza menyebabkan empat korban jiwa.
Sumber-sumber di lapangan menyampaikan kepada BBC bahwa serangan udara juga terjadi di kawasan Khan Younis, wilayah selatan Gaza, pada malam hari. Warga yang berada di sekitar jalur Netzarim turut melaporkan adanya suara ledakan dan tembakan artileri dari militer militer Israel.







Komentar