Pengamat: Demonstrasi Agustus Jadi Alarm Bagi Kebijakan Pemerintah

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pemilu Indonesia (PUSKAPI), Zaenal Abidin Riam, menilai gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada Agustus lalu dan masih berlanjut hingga awal September merupakan fase penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, aksi massa tersebut menjadi penanda berakhirnya sikap diam rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik.

“Kalau kita melakukan refleksi kritis terhadap sebelas tahun terakhir, seharusnya tidak perlu kaget bila akhirnya muncul aksi besar. Terlalu banyak kebijakan yang lahir bukan dari aspirasi rakyat, melainkan lebih pada selera penguasa,” ujar Zaenal dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Kamis (4/9).

Ia menambahkan, masyarakat selama ini sudah berulang kali menyampaikan protes, namun sering kali hanya dijawab dengan janji tanpa tindakan nyata.

“Diam itu ada batasnya. Demonstrasi Agustus adalah tanda bahwa kesabaran publik sudah habis,” tegasnya.

Zaenal menilai demonstrasi yang terjadi harus dipahami pemerintah sebagai alarm sekaligus momentum evaluasi total. Menurutnya, protes masyarakat menandakan ada yang keliru dalam perumusan kebijakan, khususnya karena minimnya pelibatan publik.

“Sering kali rakyat kaget ketika sebuah kebijakan diumumkan tanpa tahu kapan dibahas. Model pengambilan keputusan yang menihilkan partisipasi rakyat membuat kebijakan hanya berbasis pada selera penguasa. Padahal, apa yang dianggap ideal oleh pemerintah bisa jadi dinilai buruk oleh rakyat,” jelasnya.

Lebih jauh, Zaenal menekankan pentingnya empati dalam merumuskan kebijakan.

“Keberhasilan yang dipamerkan di konferensi pers hanya akan menjadi klaim sepihak bila rakyat masih merasa hidup dalam kesusahan. Pemerintah harus memilih, apakah terus mengejar klaim atau benar-benar membenahi kehidupan rakyat,” ucapnya.

Terkait kerusuhan yang terjadi dalam aksi Agustus, Zaenal menilai hal itu tidak dapat dibenarkan. Ia mendorong aparat untuk mengusut dan mengungkap dalangnya ke publik.

“Dalam banyak kasus, kerusuhan itu muncul di luar aktivitas demonstrasi. Kalau memang ada yang mengarahkan, silakan diungkap,” pungkasnya.

Komentar