PUSKAPI: Kejadian Ricuh Rapat Paripurna DPD RI Sarat Kepentingan Dua Kubu

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) beberapa waktu lalu diwarnai kericuhan, terjadi perdebatan sengit antara anggota dan pimpinan DPD RI di ruang rapat yang kemudian mengarah pada kericuhan, kejadian ini patut disayangkan mengingat DPD RI merupakan lembaga negara yang diisi oleh orang-orang terhormat. Pusat Kajian Pemilu Indonesia (PUSKAPI) menilai kericuhan dalam sidang paripurna DPD RI sarat dengan kepentingan dua kubu.

“Jika dicermati seksama, salah satu poin yang diperdebatkan adalah mekanisme pemilihan pimpinan DPD yang tercantum dalam draft tata tertib hasil pembahasan tim kerja, hal ini menandakan ada benturan kepentingan dua kubu yang kemungkinan memiliki gerbong masing-masing yang akan maju dalam pemilihan Pimpinan DPD,” ungkap Zaenal Abidin, Direktur Komunikasi Publik PUSKAPI, Selasa(23/7).

Lebih lanjut PUSKAPI menekankan agar momen pemilihan Pimpinan DPD RI tidak menjadikan lembaga negara ini kehilangan marwah gegara pertarungan memperebutkan posisi pimpinan.

“Penting bagi seluruh senator untuk tetap mengedepankan sikap kenegarawanan karena DPD RI merupakan lembaga negara yang marwahnya mesti dijaga, sehingga rangkaian proses pemilihan pimpinan DPD RI perlu ditempuh dengan mengedepankan etika politik yang santun dan sejuk,” sambung Zaenal Abidin.

PUSKAPI juga berharap agar kejadian ricuh di sidang paripurna DPD RI menjadi pelajaran penting bagi semua senator agar lebih menjaga tindakan di tengah proses politik alot yang berlangsung di DPD.

“Harapannya kejadian tersebut tidak terulang lagi, setiap provinsi yang diwakili oleh senator memilki harapan agar agenda daerah diperjuangkan secara maksimal, jangan sampai agenda besar ini buyar hanya karena pertarungan politik jangka pendek,” tutup Zaenal Abidin.

Sebagaimana diketahui saat ini sudah ada dua kubu yang akan maju memperebutkan pimpinan DPD RI, kubu pertama terdiri dari La Nyalla Mattalitti, Nono Sampono, Tamsil Linrung dan Elviana. Sementara kubu kedua terdiri dari GKR Hemas, Sultan B Najamudin, dan Yorris Raweyai. Kedua kubu telah menggalang dukungan kepada para senator terpilih untuk memenangkan kontestasi.

Komentar