INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Mahasiswa di Sulawesi Tenggara telah meluncurkan gerakan untuk mendukung tokoh lokal mereka menjadi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Sulawesi Tenggara tidak kekurangan tokoh hebat untuk menjadi Menteri Prabowo Gibran, seperti Ridwan Bae, La Ode Idha dan Dr Yusuf Balowu.
“Meminta Kepada pemerintahan Prabowo-Gibran Untuk menempatkan Tokoh SulTra seperti Ridwan Bae dalam kabinetnya”, Ujar Mahasiswa Pasca Jakarta Didin Alkindi sekaligus ketua Jaringan Aktivis Anoa Nusantara dalam rilis persnya kepada media INDONESIASKETSA.COM, Sabtu (29/6/2024).
Ridwan Bae adalah tokoh yang lahir dari bawah yang memiliki karir politik yang cemerlang di Sulawesi Tenggara.
Ridwan Bae seorang politisi Indonesia yang telah berkiprah dalam berbagai posisi penting di pemerintahan dan organisasi politik.
Pernah menjadi Ketua DPD I partai Golkar Sultra, menjadi Bupati selama dua Periode di Kab. Muna dan sekarang menjabat sebagai DPR RI di periode ketiganya setelah terpilih kembali di Pileg februari 2024 kemarin.
Ridwan Bae dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap pembangunan daerahnya dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara ditingkat nasional.
Dengan latar belakang yang kaya dalam pemerintahan dan politik, bapak Ridwan Bae sering dianggap sebagai tokoh yang mampu membawa perubahan positif dan memperjuangkan kepentingan daerahnya.
Seiring dengan meningkatnya harapan akan perubahan dan pembangunan yang lebih baik di daerah mereka, para mahasiswa menginisiasi gerakan untuk mendorong tokoh-tokoh hebat yang ada di Sultra untuk menjadi menteri.
Dengan semangat reformasi dan visi untuk masa depan yang lebih cerah, para mahasiswa ini memandang bahwa tokoh Sulawesi Tenggara memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk mengisi pos penting dalam pemerintahan.
Mereka menilai bahwa keterlibatan tokoh dari Sulawesi Tenggara dalam kabinet Prabowo-Gibran akan membawa perspektif yang lebih luas dan beragam.
serta mampu memberikan solusi yang lebih konkret terhadap permasalahan yang dihadapi oleh daerah-daerah di luar Jawa.
Apalagi jika melihat sumber daya alam yang ada di Sulawesi Tenggara menjadi penyumbang terbesar bagi negara menurut data BPS nasional.
Ditambah lagi dari awal Sulawesi Tenggara berdiri sebagai provinsi pada tanggal 27 September 1964 hingga 2023 belum ada satu pun tokoh Sultra menjadi menteri.
Selain itu, mereka percaya bahwa hal ini akan memberikan pengakuan dan penghargaan atas potensi serta kontribusi Sulawesi Tenggara bagi pembangunan nasional.
“Dengan berbagai aksi dan kampanye, mulai dari diskusi publik, seminar, hingga demonstrasi damai, mahasiswa berusaha menyuarakan aspirasi mereka dan akan terus di lakukan hingga pada tahapan penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran” Ungkap Ketua Jaringan Aktivis Anoa SulTra Didin Alkindi.
Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, dari akademisi hingga profesional, untuk bersatu dan mendukung gerakan ini.
Tujuannya jelas memastikan bahwa suara Sulawesi Tenggara didengar dan diperhitungkan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Melalui media sosial dan pemberitaan, gerakan ini mendapatkan perhatian luas, baik dari masyarakat setempat maupun dari tokoh-tokoh politik nasional.
“Harapannya, gerakan ini tidak hanya menjadi sekadar aspirasi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konkret dan berdampak positif bagi kemajuan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.”Tutupnya







Komentar