Kader ARUN DKJ Dorong Haidar Alwi Masuk Menteri Perkuat Ekonomi Indonesia

INDONESIASKETSA.COM, JAKARTA– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Advokasi Rakyat untuk Nusantara (DPW ARUN) Daerah Khusus Jakarta, Paisal Sangadji, menyatakan dukungannya agar Haidar Alwi masuk dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Paisal, Haidar Alwi adalah figur yang memiliki kapasitas, rekam jejak, serta komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Beliau adalah sosok yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dalam setiap gerakannya, Haidar Alwi selalu menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan,” ujar Paisal kepada wartawan, di Jakarta. Sabtu, 02

Peran Haidar Alwi dalam Perjuangan Politik dan Sosial

Haidar Alwi dikenal luas sebagai pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) dan Haidar Alwi Care (HAC). Melalui kedua lembaga tersebut, ia telah banyak berkontribusi dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan. Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat” yang digagasnya, misalnya, telah mendistribusikan lebih dari 700 ribu paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain di bidang sosial, Haidar Alwi juga memiliki rekam jejak politik yang cukup kuat. Pada Pilpres 2019, ia menjadi penanggung jawab tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), sebuah wadah yang menghimpun lebih dari 1.000 organisasi relawan. Perannya dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menunjukkan kapasitasnya dalam membangun jaringan dan strategi politik yang efektif.

“Haidar Alwi bukan hanya seorang aktivis sosial, tetapi juga seorang pemikir strategis yang memahami betul bagaimana membangun sinergi antara pemerintah dan rakyat. Sosok seperti ini yang dibutuhkan dalam kabinet” tambah Paisal.

Dukungan untuk Memperkuat Kabinet Prabowo-Gibran

Paisal meyakini bahwa kehadiran Haidar Alwi dalam kabinet akan membawa warna baru dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam memperkuat persatuan nasional dan merancang kebijakan yang lebih pro-rakyat.

“Kita ingin ada tokoh yang benar-benar peduli dengan kesejahteraan rakyat dan tidak sekadar mengejar kekuasaan. Haidar Alwi adalah sosok yang tepat untuk mengisi posisi strategis di kabinet,” tegas Paisal.

Lebih lanjut, Paisal juga menilai bahwa Haidar Alwi memiliki hubungan baik dengan berbagai elemen bangsa, mulai dari tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga kalangan intelektual. Dengan latar belakang tersebut, ia diyakini mampu menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

Mencegah Politik Identitas, Membangun Persatuan

Selain pengalaman dan rekam jejaknya, Haidar Alwi juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten menolak politik identitas berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Menjelang Pemilu 2024, ia secara aktif menyerukan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh politik adu domba yang berpotensi merusak keutuhan bangsa.

“Kita butuh pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu membuktikan komitmennya terhadap persatuan bangsa. Haidar Alwi telah berulang kali menunjukkan sikap tegasnya dalam menolak politik identitas. Ini penting untuk menjaga stabilitas nasional,” jelas Paisal.

Dukungan yang diberikan DPW ARUN Jakarta kepada Haidar Alwi menegaskan bahwa banyak pihak melihat dirinya sebagai figur potensial dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dengan pengalaman, dedikasi, serta rekam jejaknya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan menjaga persatuan, Haidar Alwi dinilai layak untuk mengemban amanah sebagai salah satu menteri di Kabinet Merah Putih.

Kini, keputusan ada di tangan Prabowo-Gibran. Apakah Presiden akan mempertimbangkan Haidar Alwi sebagai bagian dari kabinet yang akan membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045? Publik tentu menantikan susunan pemerintahan yang akan membawa perubahan nyata bagi bangsa.

Komentar