Gawat, Amerika Terancam Tak Mampu Bayar Utang

INDONESIASKETSA.COM, New York – Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam sebuah surat baru-baru ini kepada Kongres mengatakan bahwa departemen keuangan AS mungkin tidak dapat memenuhi semua kewajiban utangnya secepatnya pada 1 Juni jika plafon utang tidak dinaikkan.

Pagu utang AS sendiri telah dinaikkan 78 kali sejak 1960. Kebuntuan politik sebelum tenggat meningkatkan kekhawatiran akan gagal bayar yang dapat mempengaruhi di seluruh pasar keuangan global.

Semntara itu sebanyak 43 anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, menyatakan bahwa mereka akan menentang pemungutan suara untuk RUU kenaikan pagu utang AS yang tidak mencakup penanganan prioritas-prioritas lainnya.

Melansir Reuters, Minggu (7/5/2023), berdasarkan surat yang ditujukan kepada Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer, Partai Republik menyatakan bahwa mereka dapat menghentikan rencana pembahasan kenaikan pagu utang.

Dengan menyatakan ekonomi AS yang terjun bebas, Partai Republik, yang dipimpin oleh Senator Mike Lee dan Pemimpin Minoritas Mitch McConnell, mengatakan bahwa belanja substantif dan reformasi anggaran perlu menjadi titik awal untuk bernegosiasi sebelum kenaikan pagu utang disetujui.

Presiden AS Joe Biden dalam beberapa hari terakhir telah mengkritik Partai Republik karena mengancam tidak akan menaikkan batas utang kecuali jika Partai Demokrat menyetujui pemotongan anggaran yang signifikan.

Biden diagendakan akan bertemu dengan empat pemimpin kongres pada Selasa mendatang untuk mendiskusikan prioritas pengeluaran, menurut Gedung Putih.

Komentar