INDONESIASKETSA.COM, New York – Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat mulai menuai sorotan tajam dari suporter, pengamat, hingga sejumlah media internasional. Meski turnamen baru memasuki fase awal, berbagai persoalan mulai bermunculan dan memicu pertanyaan mengenai kesiapan negara tersebut dalam menggelar ajang sepak bola terbesar di dunia.
Keluhan paling banyak datang dari sektor transportasi. Ribuan penggemar yang menghadiri pertandingan di kawasan New York-New Jersey dilaporkan mengalami kebingungan akibat perubahan jalur perjalanan, penutupan sejumlah ruas jalan, serta kebijakan transportasi yang dianggap kurang tersosialisasi dengan baik. Situasi tersebut memicu kemacetan besar dan membuat perjalanan menuju stadion menjadi lebih rumit dibanding yang diperkirakan sebelumnya.
Selain masalah mobilitas, harga tiket pertandingan juga menjadi sasaran kritik. Banyak suporter menganggap biaya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung sudah berada di luar jangkauan penggemar biasa. Tidak hanya tiket, lonjakan harga hotel, transportasi, dan kebutuhan pendukung lainnya membuat biaya mengikuti turnamen melonjak drastis. Beberapa laporan bahkan menyebut total pengeluaran untuk mengikuti turnamen secara penuh dapat mencapai puluhan ribu dolar AS.
Persoalan lain yang mendapat perhatian adalah cuaca. Sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat diperkirakan mengalami suhu sangat tinggi selama turnamen berlangsung. Para pemerhati keselamatan kerja dan kesehatan menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada petugas lapangan, relawan, hingga suporter yang berada di area stadion dalam waktu lama.
Media olahraga internasional juga menyoroti tantangan geografis yang dihadapi Piala Dunia kali ini. Jarak antarkota tuan rumah yang sangat jauh membuat perjalanan antarpertandingan menjadi lebih mahal dan melelahkan bagi para pendukung. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa edisi sebelumnya yang digelar dalam wilayah yang lebih terkonsentrasi.
Meski demikian, FIFA dan panitia lokal tetap optimistis berbagai kendala tersebut dapat diatasi seiring berjalannya kompetisi. Sejumlah kota tuan rumah telah menambah layanan transportasi, memperkuat sistem keamanan, dan meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama fase grup hingga babak final.
Sejauh ini, berbagai persoalan yang terjadi pada pekan-pekan awal turnamen menunjukkan bahwa negara tersebut masih menghadapi tantangan besar untuk memastikan pengalaman terbaik bagi jutaan suporter yang datang dari seluruh dunia.







Komentar