INDONESIASKETSA.COM, Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase yang lebih berbahaya. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Yordania.
Dalam keterangan resminya, IRGC menyebut sebanyak 12 rudal balistik ditembakkan menuju Pangkalan Udara Al-Azraq beserta pusat kendali yang berada di kompleks tersebut. Menurut klaim pihak Iran, serangan itu berhasil mengenai sejumlah aset militer penting milik Washington, termasuk pesawat tempur generasi modern yang ditempatkan di lokasi tersebut.
Teheran menegaskan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat yang sebelumnya menyasar sejumlah fasilitas sipil dan militer di wilayah Iran. IRGC menyatakan pasukan dirgantaranya secara khusus mengarahkan rudal ke area yang digunakan sebagai lokasi penempatan jet-jet tempur AS.
Dalam pernyataan itu, IRGC mengklaim bahwa serangan mereka telah menghancurkan sejumlah pesawat tempur F-16, F-15, dan F-35, selain merusak berbagai fasilitas strategis yang berada di pangkalan tersebut. Pihak Iran juga menyebut operasi tersebut berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain memaparkan hasil operasi, IRGC turut memberikan apresiasi kepada rakyat Iran yang dinilai tetap menunjukkan keteguhan dan semangat perjuangan selama konflik berlangsung. Dalam pernyataannya, mereka memuji “keimanan dan sikap heroisme rakyat Iran” yang terus bertahan selama lebih dari seratus hari masa konfrontasi.
Iran juga menegaskan bahwa rangkaian operasi militernya belum akan dihentikan. Menurut IRGC, berbagai aksi balasan akan terus dilakukan selama pihak yang mereka sebut sebagai musuh masih melakukan tindakan agresif terhadap Iran.
Serangan ke Yordania menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Iran juga melancarkan serangan terhadap berbagai target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas operasi militer Washington terhadap fasilitas-fasilitas di Iran.







Komentar