INDONESIASKETSA.COM, California – Aksi penembakan mengguncang kompleks Islamic Center of San Diego di California, Amerika Serikat, Senin (18/5) waktu setempat. Sedikitnya tiga orang tewas dalam insiden yang oleh aparat federal dan kepolisian setempat diduga sebagai serangan bermotif kebencian terhadap komunitas Muslim.
Dua pelaku yang diketahui masih berusia remaja dilaporkan datang dengan membawa senjata laras panjang dan pistol. Polisi menemukan keduanya tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri setelah melancarkan serangan di area masjid terbesar di San Diego tersebut.
Korban tewas di antaranya seorang petugas keamanan masjid bernama Amin Abdullah yang disebut bertindak heroik dengan menghadang pelaku dan memperingatkan jamaah serta pihak sekolah di dalam kompleks masjid untuk segera melakukan lockdown. Tindakan itu diyakini menyelamatkan sekitar 140 anak yang berada di sekolah Islam di area masjid saat kejadian berlangsung.
Dua korban lainnya diidentifikasi sebagai Mansour Kaziha dan Nadir Awad. Keduanya dilaporkan berusaha menghubungi polisi dan membantu mengalihkan perhatian pelaku sebelum akhirnya tertembak.
Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyatakan penyelidikan awal menemukan manifesto serta tulisan bernada rasis, anti-Muslim, antisemit, dan supremasi kulit putih milik para pelaku. Aparat menduga keduanya terpapar paham ekstremis melalui internet.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menyebut aksi cepat petugas keamanan dan warga di lokasi kemungkinan besar mencegah jatuhnya korban lebih besar. Polisi juga menemukan lebih dari 30 senjata api serta perlengkapan taktis dari lokasi yang terkait dengan para tersangka.
Insiden tersebut memicu kecaman luas, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menegaskan bahwa serangan terhadap tempat ibadah merupakan tindakan keji dan tidak dapat dibenarkan.
Komunitas Muslim di San Diego kini menggelar doa bersama dan aksi solidaritas untuk mengenang para korban, sementara aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sejumlah rumah ibadah di wilayah California menyusul tragedi tersebut.







Komentar