INDONESIASKETSA.COM, Sekayu – Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Ormas Pemuda Peduli Pengangguran (DPP Ormas PPP) di depan Kantor Pemerintah Kabupaten dan DPRD Musi Banyuasin, Senin (11/5/2026), berlangsung kondusif setelah Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha, SH turun langsung menemui massa aksi.
Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut membawa tuntutan utama terkait kepastian dan solusi konkret dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengenai keberadaan illegal refinery di wilayah Muba. Massa meminta agar penanganan persoalan tersebut tidak merugikan masyarakat kecil dan tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta ekonomi rakyat.
Sekitar pukul 09.46 WIB, Bupati H. M. Toha hadir di tengah massa dan menyampaikan komitmennya untuk menampung aspirasi masyarakat. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya maksimal memperjuangkan persoalan tersebut ke pemerintah pusat.
“Hari ini masyarakat minta agar masakan dilegalkan, hari ini akan kami catat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Toha di hadapan peserta aksi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 telah diterbitkan, namun hingga kini baru 23 sumur minyak yang mendapat persetujuan legalitas. Menurutnya, perjuangan masyarakat Muba terhadap aktivitas perminyakan rakyat bukan hal baru.
Setelah berdialog di lokasi aksi, audiensi kemudian dilanjutkan pada pukul 10.00 WIB di ruang rapat Bupati Muba. Dalam pertemuan tersebut, Toha kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait refinery minyak rakyat.
“Tahun 2022 kita bersama masyarakat memperjuangkan ke kantor Gubernur dan jawabannya tidak bisa tapi akhirnya bisa diperjuangkan. Nah hari ini kita juga akan memperjuangkan untuk refinery yang diaspirasikan masyarakat. Kita harus kompak di Muba ini,” tegasnya.
Meski demikian, Toha menilai legalisasi refinery tidak dapat diputuskan secara instan oleh pemerintah daerah. Namun ia memastikan perjuangan masyarakat tetap akan dilakukan melalui jalur komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Bupati tidak bisa serta merta meminta untuk Refinery itu dilegalkan. Saya akan memperjuangkan harapan masyarakat dan mudah-mudahan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Perjuangan ini adalah dari dan untuk masyarakat. Menyampaikan aspirasi boleh tapi jangan sampai menyerang pribadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Toha juga mengimbau masyarakat agar menjaga situasi tetap aman menjelang agenda pada 13 Mei mendatang. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kondusivitas daerah dan menyampaikan aspirasi secara tertib.
Kehadiran langsung Bupati di tengah demonstran dinilai menjadi faktor utama yang membuat aksi berlangsung damai dan terkendali. Sikap tersebut dianggap mencerminkan keberanian seorang kepala daerah untuk menghadapi langsung aspirasi masyarakat sekaligus menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat antara pemerintah dan warga Musi Banyuasin.
Langkah Toha menemui massa aksi juga dipandang sebagai bentuk komitmen keberpihakan terhadap kepentingan rakyat kecil, khususnya masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perminyakan rakyat. Sikap serupa sebelumnya juga diperlihatkan Toha saat turun langsung menemui massa pada aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Musi Banyuasin.







Komentar