INDONESIASKETSA.COM, New York – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dikabarkan meluapkan kemarahan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam percakapan telepon terbaru. Kemarahan itu dipicu oleh penilaian Netanyahu yang dinilai menyesatkan terkait kemungkinan menjatuhkan pemerintahan Iran.
Menurut laporan media Amerika Serikat Axios, Vance menilai Netanyahu telah memberikan gambaran yang tidak realistis mengenai peluang terjadinya perubahan rezim di Iran. Ia disebut kecewa karena informasi tersebut sebelumnya disampaikan seolah-olah mudah diwujudkan.
“Sebelum perang, Bibi (Netanyahu) benar-benar menganggap hal ini mudah bagi presiden, dan menjanjikan perubahan rezim jauh lebih mungkin terjadi. Wakil Presiden sangat memahami muluk-muluknya pernyataan tersebut,” kata seorang pejabat AS kepada Axios
Setelah komunikasi tersebut, seorang pejabat Amerika mengungkapkan bahwa pihak Israel diduga berupaya mendiskreditkan Vance, yang kini memegang peran penting dalam proses negosiasi gencatan senjata dengan Iran.
Vance sendiri dikenal sebagai figur yang sejak lama menentang keterlibatan Amerika dalam konflik luar negeri yang berkepanjangan. Dalam proses diplomasi ini, ia bekerja bersama utusan AS seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk mencari jalan penyelesaian konflik.
Sejumlah pejabat di Washington juga menuding Israel berada di balik beredarnya laporan yang menyebut Iran lebih condong berunding dengan Vance. Narasi tersebut dinilai sebagai upaya membentuk persepsi bahwa Vance lebih terbuka terhadap kesepakatan damai.
“Ini adalah operasi Israel terhadap JD,” kata pejabat AS tersebut kepada Axios.
Media yang sama turut mengutip pejabat lain yang menilai Vance memiliki peluang besar untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.
“Jika Iran tidak bisa mencapai kesepakatan dengan Vance, mereka tidak akan mendapatkan kesepakatan. Dialah yang terbaik yang bisa mereka dapatkan,” kata seorang pejabat senior AS kepada Axios.
Tak hanya itu, sehari usai percakapan tersebut, laporan dari media Israel menyebut Vance juga meluapkan kemarahan kepada Netanyahu terkait aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat.







Komentar