INDONESIASKETSA.COM, Kuala Lumpur – Otoritas Malaysia menyatakan bantahan atas kabar yang menyebut akan terjadi pertukaran tanah dengan Indonesia.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan memberikan penjelasan secara detail mengenai persoalan perbatasan antara negaranya dengan Indonesia dalam sebuah sesi khusus di parlemen Malaysia pada hari Rabu.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik dan dinamika politik terkait isu dugaan penyerahan lahan seluas sekitar 5.000 hektare kepada Indonesia.
Dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Anwar menyampaikan harapannya bahwa keterangannya di parlemen dapat membantu memperbaiki kesalahpahaman dan informasi yang tidak tepat yang beredar di masyarakat.
“Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, khususnya untuk meluruskan kekeliruan dan kesalahpahaman yang telah timbul di tengah masyarakat,” kata Anwar.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Anwar menolak tekanan dari kubu oposisi yang meminta penjelasan terkait tuduhan soal penyerahan lebih dari 5.000 hektare tanah di perbatasan Sabah–Kalimantan Utara kepada Indonesia.
Anwar menganggap desakan tersebut tidak memiliki dasar kuat dan tidak mencerminkan tanggung jawab, serta mirip dengan penyalahgunaan kebebasan berbicara.







Komentar