Aktifis Betawi Sebut Tantangan Perubahan Iklim Global, Dorong Kolaborasi Antar Tokoh Visioner

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Aktivis Betawi, Bang Mul, menilai Indonesia tengah bergerak dalam proses menemukan solusi baru di tengah dinamika lokal, nasional, dan global. Ia menekankan pentingnya memperkuat semangat kebangsaan untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga, terutama menghadapi cepatnya perubahan geopolitik dunia dan tantangan global seperti perubahan iklim serta revolusi digital.

Bang Mul memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang telah menyiapkan fondasi kuat untuk membawa Jakarta menjadi kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Menurutnya, dalam suasana nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, penguatan peran daerah, termasuk Jakarta, menjadi bagian penting dari strategi besar menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan global.

Dalam upaya menghadapi kompleksitas zaman, Bang Mul menilai penting adanya kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh nasionalis yang berpikir global dan berakar kuat pada nilai kebangsaan.

“Saya melihat, kehadiran figur seperti Marsekal Muda (Purn) Achmad Sajili menjadi nilai tambah penting dalam memperkuat semangat kebangsaan, memperdalam wawasan global, dan mendukung terciptanya Jakarta yang lebih adaptif dan kompetitif dalam menghadapi arus perubahan,” ujar Bang Mul, Minggu (27/4/2025).

Bang Mul menegaskan, keterlibatan tokoh seperti Achmad Sajili bukan dalam konteks mengambil peran pemerintahan atau mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk kontribusi pengabdian dari sosok yang telah teruji dalam pengalaman nasional maupun internasional.

“Bang Achmad Sajili adalah sosok yang terbiasa berpikir dalam kerangka nasional dan global. Ia memahami Jakarta tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga di panggung regional dan dunia. Kontribusinya adalah bagian dari semangat membangun bangsa, selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto,” tegas Bang Mul.

Menurutnya, kemampuan untuk memahami tantangan regional seperti integrasi ekonomi ASEAN, diplomasi kota global (city diplomacy), hingga kesiapan menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan iklim, membutuhkan tokoh-tokoh berwawasan luas dan berpikir visioner.

“Jakarta ke depan bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun kualitas manusia, memperluas jaringan global, memperkuat diplomasi budaya, serta menciptakan ekosistem yang ramah inovasi,” papar Bang Mul.

Ia menambahkan, Jakarta sebagai barometer nasional membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa yang memiliki visi besar namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat persatuan nasional.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi, solidaritas, dan ketulusan hati. Dengan persatuan dan kerja bersama, Jakarta dan Indonesia akan melangkah lebih percaya diri di pentas dunia,” tutup Bang Mul.

Komentar