Resmi, Indonesia Jadi Anggota Penuh BRICS, Apa Untungnya Bagi RI???

INDONESIASKETSA.COM, Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Senin (6/1). Pengumuman tersebut disampaikan langsung Brazil sebagai tuan rumah dan presiden BRICS tahun ini, Brasil mengatakan seluruh anggota asosiasi itu telah menyetujui secara konsensus soal keanggotaan Indonesia.

“Indonesia berbagi dengan anggota kelompok lainnya mendukung untuk reformasi lembaga tata kelola global, dan berkontribusi positif terhadap pendalaman kerja sama di Global South,” kata pemerintah Brasil seperti diberitakan Reuters.

BRICS merupakan blok ekonomi yang beranggotakan negara-negara berkembang. Nama BRICS sendiri diambil dari nama negara-negara yang menjadi anggota sekaligus inisiatornya. Negara-negara tersebut meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Dilansir laman resmi Council on Foreign Relation, BRICS ini berfungsi untuk mengoordinasikan dan memuluskan kerja sama ekonomi negara-negara berkembang. Ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi mereka agar berada sejajar dengan negara-negara maju.

Sebab, saat ini, kekuatan ekonomi global didominasi oleh negara-negara maju yang berasal dari Eropa, Amerika, dan beberapa dari Asia.

Awalnya, Ekonom Goldman Sachs Jim O’Neill mencetuskan istilah BRIC dalam sebuah makalah penelitian pada 2001. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan negara-negara Brasil, Rusia, India, dan Cina atau yang disebut BRIC siap untuk menantang negara-negara G7 yang dominan.

Dari situ, Rusia kemudian menyerukan pertemuan keempat negara tersebut pada 2009. Usulan itu disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertemuan itu sekaligus menjadi KTT BRIC resmi pertama. Setahun kemudian, Afrika Selatan bergabung dengan blok tersebut atas undangan dari China. Dari sinilah nama BRIC berubah menjadi BRICS seperti yang kita kenal saat ini.

Lantas adakah pengaruh bagi Indonesia bergabung dengan BRICS sebagai anggota tetap?

Dilansir dari Focus Malaysia, negara anggota tetap atau penuh memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan serta memainkan peran langsung dalam menentukan agenda dan kebijakan BRICS.

Anggota tetap dapat berpartisipasi dalam pertemuan puncak tingkat tinggi, saat di mana keputusan penting mengenai kerja sama ekonomi, tata kelola internasional, dan strategi politik diputuskan.

Anggota penuh juga memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap lembaga-lembaga BRICS seperti New Development Bank (NDB) dan Contingent Reserve Arrangement (CRA). Mereka dapat membentuk kebijakan dan proyek yang didanai oleh lembaga-lembaga ini.

Komentar