PKS: Food Estate Program Gagal

INDONESIASKETSA.COM, Jakarta – Anggota Fraksi PKS DPR RI, Andi Akmal Pasludin mengatakan program food estate yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Juli 2020 adalah proyek gagal. Padahal anggaran yang dikeluarkan untuk program tersebut mencapai Rp108 triliun.

“Saya sangat menyayangkan, pemerintahan Presiden Jokowi kembali memasukkan food estate dalam anggaran ketahanan pangan 2024 yang ditetapkan sebesar Rp108,8 Triliun meski program ini dinilai gagal,” ujarnya.

Saat berbicara di Jakarta, Selasa 29 Agustus 2023, Akmal mengakui tujuan awal program food estate baik, yakni untuk ketahanan pangan. Namun akibat perencana yang tidak matang program ini tidak berjalan seperti yang diharapkan. Terlebih pemerintah juga melupakan aspek lain, seperti lahan, budaya dan kesiapan masyarakat.

Itulah sebabnya menurut Akmal partainya sejak awal menolak pelaksanaan program food estate. Terbukti kenyataan yang terjadi sekarang tidak seindah yang dibayangkan.

“Tujuannya baik yakni mengantisipasi krisis pangan. Adanya langkah khusus di program food estate ini, sempat memberikan harapan besar. Namun, sejak awal, Fraksi PKS sangat mengkritisi food estate. Karena konsepnya tidak seindah yang dibayangkan,” tutur Akmal.

Anggota Komisi IV DPR ini menambahkan, tujuan food estate untuk meningkatkan produksi pangan sangat bagus. Namun kenyataannya pelaksanaan di lokasi tidak mendukung. Lahan gambut di Kalimantan tidak cocok ditanami tanaman pangan.

“Lahan untuk ditanami bahan pangan, hortikultura atau lainnya, ternyata sumber airnya tidak mencukupi. Hampir tiga tahun, ya tidak menghasilkan apa-apa. Celakanya lagi, hutan sudah terlajur ditebangi. Hasilnya ya hutan rusak, itulah masalah baru,” terang Akmal.

Komentar