INDONESIASKETSA.COM, Penaklukan awal kawasan Masjid Al-Aqsa berhasil diwujudkan tatkala kepemimpinan dipegang oleh Khalifah Umar bin Khattab. Kedatangan Pemimpin Tertinggi Umat Islam, Umar bin Khattab RA, ke kawasan Yerusalem tercatat pada pertengahan bulan suci Ramadhan tahun 15 Hijriah. Kehadirannya berlangsung seusai deretan pertikaian sengit antara angkatan perang Muslim dan kekuatan Bizantium (Romawi) di daratan Syam, seperti pada pertempuran Ajnadain serta Yarmuk.
Atas ridha dan petunjuk Pencipta, didorong oleh keteguhan niat berjuang, para prajurit Islam sanggup mengembalikan kebebasan kawasan-kawasan penuh keberkahan di Syam maupun Palestina dari cengkeraman kekuasaan Romawi. Momentum ini berlanjut dengan penyerahan kunci Kota Yerusalem kepada pihak Muslim.
Selaku pemimpin tertinggi, Umar al-Faruq lantas menerbitkan piagambersejarah yang dikenal luas sebagai “Perjanjian Umar” (al-‘Ahdu al-‘Umariyyah) bagi para penghuni Yerusalem—yang sewaktu itu dinamai Iliya’. Lewat warkat ini, beliau memberikan perlindungan resmi terhadap keselamatan jiwa, harta benda, maupun keberlangsungan hidup seluruh warganya.
Piagam tersebut dipandang sebagai representasi nyata bahwasanya Islam amat mengagungkan sikap saling menghormati, keharmonisan dalam keberagaman, serta kasih sayang, dan menolak keras segala bentuk pemaksaan keyakinan.
Catatan sejarah tersebut juga membuktikan betapa mulianya perlakuan yang diterima oleh kalangan Nasrani di Yerusalem dari pihak Muslim, suatu hal yang mungkin tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Padahal, sebagai pemenang perang dan penguasa baru, Umar memiliki kewenangan penuh untuk mendiktekan aturan apa saja yang beliau kehendaki kepada masyarakat setempat.
Akan tetapi, opsi tersebut diabaikan oleh beliau demi mencerminkan luhurnya ajaran Islam. Prinsip Islam menegaskan bahwa keyakinan tidak boleh dipaksakan, sebab keimanan yang sah hanyalah yang berakar dari kerelaan nurani secara tulus.
Keyakinan kepada Tuhan bukanlah perkara yang dapat dipaksakan kepada siapa pun, mengingat iman bersemayam di dalam kalbu, sementara isi hati manusia yang terdalam hanya diketahui oleh Allah SWT semata.
Keberhasilan Umar dalam membebaskan Yerusalem pada rentang tahun 15 H/636 M mencatatkan namanya sebagai salah satu riwayat keagungan sejarah ekspansi Islam yang abadi sepanjang masa.
Semua itu tidak terlepas dari tingginya martabat sejarah maupun kedudukan spritual Masjid Al-Aqsa yang sangat mendalam di dalam sanubari umat Islam.







Komentar